بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَتَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا فٰرِهِيْنَ ﴿١٤٩﴾
wa tan-ḥitụna minal-jibāli buyụtan fārihīn
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
Tafsir Surah Asy-Syu`ara` Ayat: 149
*Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa FAARIHĪN artinya dengan cerdik. Tetapi menurut riwayat lain yang juga bersumber dari Ibnu Abbas, artinya tamak lagi jahat. Pendapat yang terakhir inilah yang dipilih oleh Mujahid dan sejumlah ulama. Tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat tersebut, karena sesungguhnya mereka membuat rumah-rumah pahatan di gunung-gunung itu dengan tujuan kesombongan, ketamakan, dan main-main, bukan karena keperluan untuk tempat tinggal. Dan mereka adalah Orang-orang yang ahli dalam hal pahat-memahat seperti yang dapat disaksikan dari bekas peninggalan mereka.