بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ﴿١٦٠﴾
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
Tafsir Surah As-Saffat Ayat: 160
*Istisna atau pengecualian di sini bersifat munqati, dan ia berasal dari kalam yang musbat, terkecuali damir yang terdapat di dalam firman-Nya:
عَمَّا يَصِفُوْنَ
( Dari apa yang mereka sifatkan ) (Ash-Shaffat, 37:159) kembali kepada semua manusia.
*Kemudian Allah mengecualikan dari mereka hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa-dosanya; mereka adalah orang-orang yang mengikuti kebenaran yang diturunkan kepada semua nabi yang diangkat menjadi rasul.
*Ibnu Jarir menganggap istis'na ini dari firman Allahﷻ: ( bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka). ) (Ash-Shaffat, 37:158) Selanjutnya dikecualikanlah dari mereka: ( Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). ) (Ash-Shaffat, 37:160) Akan tetapi, pendapat yang dikatakan oleh Ibnu Jarir ini masih diragukan kebenarannya; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.