بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ ﴿١٦٦﴾
wa tażarụna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qaumun 'ādụn
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.”
Tafsir Surah Asy-Syu`ara` Ayat: 166
*( 165-167. ) Setelah Nabi Lut melarang mereka melakukan perbuatan fahisyah dan menggauli laki-laki, seraya memberi petunjuk kepada mereka untuk mendatangi kaum wanita yang telah diciptakan oleh Allah buat mereka, maka tiada lain jawaban mereka adalah seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ
( Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, hai Lut. ) (Asy-Syu'ara', 26:167)
Yakni dari apa yang kamu datangkan kepada kami itu.
لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
( benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir. ) (Asy-Syu'ara', 26:167)
Maksudnya, kami akan membuangmu jauh dari kami. Seperti yang diceritakan pula dalam ayat lain melalui firman-Nya:
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَخْرِجُوْٓا اٰلَ لُوْطٍ مِّنْ قَرْيَتِكُمْ اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ
( Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan, "Usirlah Lut beserta keluarganya dari negeri kalian, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan) dirinya bersih. ) (An-Naml, 27:56)