بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ ﴿١٦٧﴾
qālụ la`il lam tantahi yā lụṭu latakụnanna minal-mukhrajīn
Mereka menjawab, “Wahai Lut! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.”
Tafsir Surah Asy-Syu`ara` Ayat: 167
*( 165-167. ) Setelah Nabi Lut melarang mereka melakukan perbuatan fahisyah dan menggauli laki-laki, seraya memberi petunjuk kepada mereka untuk mendatangi kaum wanita yang telah diciptakan oleh Allah buat mereka, maka tiada lain jawaban mereka adalah seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ
( Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, hai Lut. ) (Asy-Syu'ara', 26:167)
Yakni dari apa yang kamu datangkan kepada kami itu.
لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
( benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir. ) (Asy-Syu'ara', 26:167)
Maksudnya, kami akan membuangmu jauh dari kami. Seperti yang diceritakan pula dalam ayat lain melalui firman-Nya:
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَخْرِجُوْٓا اٰلَ لُوْطٍ مِّنْ قَرْيَتِكُمْ اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ
( Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan, "Usirlah Lut beserta keluarganya dari negeri kalian, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan) dirinya bersih. ) (An-Naml, 27:56)