بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُوْرِ سَيْنَاۤءَ تَنْۢبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْاٰكِلِيْنَ ﴿٢٠﴾
wa syajaratan takhruju min ṭụri sainā`a tambutu bid-duhni wa ṣibgil lil-ākilīn
dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.
Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat: 20
Firman Allahﷻ:
وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُوْرِ سَيْنَاۤءَ
( dan pohon kayu yang keluar dari Tursina (pohon zaitun). ) (Al-Mu'minun, 23:20)
*Yang dimaksud adalah pohon zaitun, sedangkan tur artinya bukit. Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya bukit dinamakan tur bila padanya terdapat pohon-pohonan; tetapi jika tidak ada pohon-pohonan, maka disebut bukit atau gunung, bukan tur. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Tursina alias Tur Sinin adalah nama bukit yang padanya Musa diajak bicara langsung oleh Allahﷻ begitu pula semua bukit yang ada di sekitarnya yang padanya terdapat pohon zaitun.
*******
Firman Allahﷻ:
تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ
( yang menghasilkan minyak. ) (Al-Mu'minun, 23:20)
*Sebagian ulama mengatakan bahwa huruf ba yang ada dalan lafaz ayat ini adalah zaidah, bentuk aslinya ialah tanbutudduhna (tanpa memakai ba). Seperti halnya yang terdapat di dalam ucapan orang-orang Arab, "Alqa Fulanun Biyadihi, artinya si Fulan memukulkan tangannya, yakni yadahu (tanpa memakai ba).
*Sedangkan menurut pendapat ulama yang mengatakan bahwa ia mengandung fi'il yang tidak disebutkan, maka bentuk lengkapnya ialah yang menghasilkan minyak atau yang dapat menghasilkan minyak. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
وَصِبْغٍ لِّلْاٰكِلِيْنَ
( dan pelezat makanan bagi orang-orang yang makan. ) (Al-Mu'minun, 23:20)
Yakni dapat dijadikan lauk pauk, menurut Qatadah.
*Dengan kata lain, buah zaitun itu mengandung manfaat; darinya dapat dihasilkan minyak dan juga dapat dijadikan pelezat makanan. Seperti yang dikatakan oleh Imam Ahmad, bahwa telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Isa, dari Ata Asy-Syami dari Abu Usaid yang nama aslinya Malik ibnu Rabi'ah As-Sa'idi Al-Ansari£ yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:
كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوْا بِهٖ فَاِنَّهٗ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ
( Makanlah minyak zaitun dan jadikanlah sebagai minyak, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati. )
*Abdur Rahman ibnu Humaid mengatakan di dalam kitab musnad dan kitab tafsirnya, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Umar, bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:
ائْتَدِمُوْا بِالزَّيْتِ وَادَّهِنُوْا بِهٖ فَاِنَّهٗ يَخْرُجُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ
( Jadikanlah zaitun sebagai lauk pauk dan berminyaklah dengannya, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati. )
*Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Abdur Razzaq. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini tidak dikenal melainkan hanya melaluinya, sedangkan dia (Mudtarib) dalam periwayatannya adakalanya menyebut Umar dalam sanadnya, adakalanya tidak menyebutkannya.
*Abul Qasim At-Tabrani mengatakan telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, telah menceritakan kepadaku As-Sa'b ibnu Hakim ibnu Syarik ibnu Namilah, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan bahwa ia bertamu kepada Umar ibnul Khattab£ di malam 'Asyura. Maka Umar menjamunya dengan masakan kepala unta yang sudah dingin dan juga minyak zaitun. Lalu Umar berkata, "Inilah minyak yang diberkati yang telah disebutkan di dalam firman Allah kepada Nabi-Nya.