بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ ﴿٢٠﴾
iżā massahusy-syarru jazụ'ā
Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
Tafsir Surah Al-Ma’arij Ayat: 20
*( 19-21. ) Allahﷻ menceritakan perihal manusia dan watak-watak buruk yang telah menjadi pembawaannya.
اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا
( Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah. ) (Al-Ma'arij, 70:19)
Yang hal ini ditafsirkan oleh firman selanjutnya:
اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا
( Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. ) (Al-Ma'arij, 70:20)
Yakni apabila tertimpa kesusahan, ia kaget dan berkeluh kesah serta hatinya seakan-akan copot karena ketakutan yang sangat, dan putus asa dari mendapat kebaikan sesudah musibah yang menimpanya.
وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا
( dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. ) (Al-Ma'arij, 70:21)
Yaitu apabila ia mendapat nikmat dari Allahﷻ, berbaliklah ia menjadi orang yang kikir terhadap orang lain, dan tidak mau menunaikan hak Allah yang ada padanya.
*Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ali ibnu Rabah, bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis berikut dari Abdul Aziz ibnu Marwan ibnul Hakam yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah£ berkata bahwa Rasulullahﷺ telah bersabda:
شَرُّ مَا فِيْ رَجُلٍ شُحٌّ هَالِعٌ وَجُبْنٌ خَالِعٌ
( "Sifat terburuk yang ada pada diri seorang lelaki ialah kikir yang keterlaluan dan sifat pengecut yang parah. )
*Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Abdullah ibnul Jarah, dari Abu Abdur Rahman Al-Muqri dengan sanad yang sama, dan ia tidak mempunyai hadis dari Abdul Aziz selain dari hadis ini.