بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَ ۙ ﴿٢٠٥﴾
a fa ra`aita im matta'nāhum sinīn
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
Tafsir Surah Asy-Syu`ara` Ayat: 205
( 205-207. ) Kemudian Allahﷻ berfirman:
اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَ ثُمَّ جَاۤءَهُمْ مَّا كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَ
( Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. ) (Asy-Syu'ara', 26:205 sampai 26:207)
Yakni seandainya Kami tangguhkan mereka dan Kami berikan kelonggaran waktu kepada mereka berapa pun lamanya, kemudian datang kepada mereka perintah (azab) Allah, maka tiada sesuatu pun yang selalu mereka nikmati akan bermanfaat bagi mereka.
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا
( Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. ) (An-Nazi'at, 79:46)
Dan firman Allahﷻ:
يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَ
( Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. ) (Al-Baqarah, 2:96)
Dan firman Allahﷻ:
وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰٓى
( Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. ) (Al-Lail, 92:11)
Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya dalam surat ini:
مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَ
( niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. ) (Asy-Syu'ara', 26:207)
*Di dalam hadis sahih disebutkan melalui sabda Rasulullahﷺ: "Didatangkan seorang kafir, lalu dicelupkan ke dalam neraka sekali celup, kemudian dikatakan kepadanya, "Apakah kamu menjumpai sesuatu kebaikan? Dan apakah kamu menjumpai suatu kenikmatan? Maka ia menjawab, "Tidak, demi Allah, ya Tuhanku. Lalu didatangkan seorang manusia yang sangat sengsara ketika di dunianya, lalu dimasukkan sebentar ke dalam surga, dan dikatakan kepadanya, "Apakah kamu menjumpai suatu kesengsaraan pun? Maka ia menjawab, "Tidak, demi Allah, Ya Tuhanku.
Yakni seakan-akan kesengsaraan yang pernah dialaminya itu tidak ada sama sekali. Karena itulah maka Umar ibnul Khattab£ mengumpamakan pengertian ini dengan bait syair yang mengatakan:
"Seakan-akan kamu tidak pernah mengalami suatu hari pun yang penuh dengan penderitaan, bila kamu dapat meraih apa yang kamu dambakan.