Tafsir Al-Qur'an Surah Yunus Ayat 25

Tafsir Al-Qur'an Surah Yunus Ayat 25

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓ اِلٰى دَارِ السَّلٰمِ ۚوَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ ﴿٢٥

wallāhu yad'ū ilā dāris-salām, wa yahdī may yasyā`u ilā ṣirāṭim mustaqīm

Dan Allah menyeru (manusia) ke Darus-salam (surga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam).


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Yunus Ayat: 25
Firman Allahﷻ:

وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓ اِلٰى دَارِ السَّلٰمِ
( Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga). ) (Yunus, 10:25)

*Setelah menceritakan perihal dunia dan kelenyapannya yang cepat, maka Allah menyebutkan tentang surga dan menyeru kepadanya serta menamainya dengan sebutan Darussalam, yakni rumah yang aman dari semua penyakit, semua kekurangan, dan semua musibah. Untuk itu, Allahﷻ berfirman:

وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
( dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). ) (Yunus, 10:25)

*Ayyub telah meriwayatkan dari Abu Qilabah, dari Nabiﷺ, yang telah bersabda:

"Dikatakan kepadaku, "Tidurlah kedua matamu, tetapi sadarlah hatimu dan mendengarlah dengan telingamu! Maka mataku tertidur dan hatiku sadar serta kedua telingaku mendengar. Kemudian dikatakan kepadaku, "Seperti seorang tuan yang membangun sebuah gedung, lalu membuat perjamuan (pesta) dan mengutus seseorang untuk menyampaikan undangan. Maka barang siapa yang memenuhi undangannya masuk ke dalam gedung itu dan memakan jamuannya, dan si tuan merasa puas (rida) kepadanya. Dan barang siapa yang tidak memenuhi undangannya, tidak masuk ke dalam gedung itu dan tidak makan jamuannya, serta si tuan tidak rela kepadanya Allah adalah si tuan itu, sedang gedung itu adalah agama Islam, dan jamuannya adalah surga, sedangkan penyampai undangan itu adalah Muhammadﷺ

*Hadis ini mursal, tetapi diriwayatkan pula secara muttasil melalui hadis Al-Lais dari Khalid ibnu Yazid dari Sa'id ibnu Abu Hilal dari Jabir ibnu Abdullah£ yang menceritakan.Pada suatu hari Rasulullahﷺ keluar (dari rumah) dan menjumpai kami, lalu beliau bersabda:

اِنِّيْ رَاَيْتُ فِى الْمَنَامِ كَاَنَّ جِبْرِيْلَ عِنْدَ رَأْسِيْ وَمِيْكَائِيْلَ عِنْدَ رِجْلِيْ يَقُوْلُ اَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهٖ: اَضْرِبْ لَهٗ مَثَلًا. فَقَالَ: اسْمَعْ سَمِعَتْ اُذُنُكَ وَاعْقِلْ عَقَلَ قَلْبُكَ اِنَّمَا مَثَلُكَ وَمَثَلُ اُمَّتِكَ كَمَثَلِ مَلِكٍ اتَّخَذَ دَارًا ثُمَّ بَنٰى فِيْهَا بَيْتًا ثُمَّ جَعَلَ فِيْهَا مَأْدُبَةً ثُمَّ بَعَثَ رَسُوْلًا يَدْعُو النَّاسَ اِلٰى طَعَامِهٖ فَمِنْهُمْ مَنْ اَجَابَ الرَّسُوْلَ وَمِنْهُمْ مَنْ تَرَكَهٗ فَاللّٰهُ الْمَلِكُ وَالدَّارُ الْاِسْلَامُ وَالْبَيْتُ الْجَنَّةُ وَاَنْتَ يَا مُحَمَّدُ الرَّسُوْلَ فَمَنْ اَجَابَكَ دَخَلَ الْاِسْلَامَ وَمَنْ دَخَلَ الْاِسْلَامَ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ دَخَلَ الْجَنَّةَ اَكَلَ مِنْهَا
( "Sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku seakan-akan Jibril berada di dekat kepalaku dan Mikail berada di dekat kedua kakiku. Salah satunya berkata kepada yang lain, 'Buatlah suatu perumpamaan baginya.' Maka yang ditanya menjawab, 'Dengarkanlah dengan baik oleh telingamu dan resapilah dengan baik oleh hatimu. Sesungguhnya perumpamaanmu dan perumpamaan umatmu sama dengan seorang raja yang menempati sebuah istana, lalu ia membangun sebuah rumah di dalamnya dan mengadakan pesta perjamuan di dalamnya, untuk itu lalu ia mengutus seorang utusan guna memanggil orang-orang menghadiri perjamuannya. Maka di antara mereka ada yang memenuhi undangan utusannya, dan di antara mereka ada pula yang tidak memenuhinya. Raja itu adalah perumpamaan Allah, istana itu perumpamaan Islam, rumah itu perumpamaan surga, dan engkau hai Muhammad adalah perumpamaan utusan itu. Barang siapa yang memenuhi undanganmu, niscaya masuk Islam; dan barang siapa masuk Islam, pasti masuk surga; dan barang siapa masuk surga, pasti memakan makanan yang ada di dalamnya'. )

Hadis ini merupakan riwayat Ibnu Jarir.

*Qatadah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Khulaid Al-Asri, dari Abu Darda secara marfu', bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيْهِ شَمْسُهٗ اِلَّا وَبِجَنَبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يَسْمَعُهُمَا خَلْقُ اللّٰهِ كُلُّهُمْ اِلَّا الثَّقَلَيْنِ: يَا اَيُّهَا النَّاسُ هَلُمُّوْا اِلٰى رَبِّكُمْ اِنَّ مَا قَلَّ وَكَفٰى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَاَلْهٰى
( "Tiada suatu hari pun yang matahari terbit padanya, melainkan pada kedua sisinya terdapat dua malaikat, kedua-duanya menyerukan kalimat berikut yang seruannya dapat didengar oleh semua makhluk Allah kecuali manusia dan jin, yaitu: "Hai manusia, kemarilah kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya sesuatu yang sedikit tetapi mencukupi adalah lebih baik daripada sesuatu yang banyak tetapi melalaikan (kalian kepada Allah). )

*Sehubungan dengan perkataan, "Hai manusia, kemarilah kepada Tuhan kalian, Abu Darda mengatakan bahwa diturunkan firman Allahﷻ: ( Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga). ) (Yunus, 10:25), hingga akhir ayat.

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar