Tafsir Al-Qur'an Surah An-Nur Ayat 27

Tafsir Al-Qur'an Surah An-Nur Ayat 27

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ﴿٢٧

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tadkhulụ buyụtan gaira buyụtikum ḥattā tasta`nisụ wa tusallimụ 'alā ahlihā, żālikum khairul lakum la'allakum tażakkarụn

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah An-Nur Ayat: 27
*Inilah etika-etika syariat yang diajarkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu etika dalam meminta izin masuk kedalam rumah orang lain untuk keperluan. Allah menandaskan bahwa mereka tidak boleh memasuki rumah orang lain sebelum meminta izin kepada para penghuninya dan memberikan ucapan salam kepada mereka.

*Seseorang yang hendak memasuki rumah orang lain dianjurkan meminta izin sebanyak tiga kali. Bila diizinkan, maka ia boleh masuk; dan bila tidak diizinkan, hendaknya ia pergi.

*Di dalam kitab sahih telah disebutkan bahwa Abu Musa pernah meminta izin untuk masuk ke dalam rumah Umar sebanyak tiga kali, tetapi tidak diizinkan baginya, maka ia kembali. Sesudah itu Umar berkata, "Tidakkah tadi saya mendengar suara Abdullah ibnu Qais (nama asli Abu Musa) meminta izin untuk masuk? Maka Umar berkata, "Berilah izin dia untuk masuk. Mereka mencarinya, tetapi dia telah pergi. Sesudah itu Abu Musa kembali dan Umar berkata, "Mengapa kamu tadi pulang? Abu Musa menjawab, "Saya telah meminta izin masuk untuk menemuimu sebanyak tiga kali, tetapi masih belum juga diizinkan bagiku. Dan sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullahﷺ bersabda:

اِذَا اسْتَأْذَنَ اَحَدُكُمْ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهٗ فَلْيَنْصَرِفْ
( "Apabila seseorang di antara kalian meminta izin sebanyak tiga kali, lalu masih juga belum diizinkan baginya, maka hendaklah ia kembali. )

*Maka Umar berkata, "Sungguh kamu harus mendatangkan saksi yang membenarkan hadis ini ke hadapanku. Jika tidak, maka aku akan menyakitimu dengan pukulan. Maka Abu Musa pergi menemui segolongan orang-orang Ansar, lalu menceritakan kepada mereka apa yang telah dikatakan oleh Khalifah Umar. Mereka menjawab, "Tiada yang dapat menjadi saksimu kecuali hanya orang yang kecil di antara kami. Maka pergilah Abu Musa dengan ditemani oleh Abu Sa'id Al-Khudri (ke tempat Umar), lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Umar. Maka Umar berkata, "Hadis itu terlupakan olehku karena kesibukanku dengan transaksi dagang di pasar-pasar.

*Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Umar, dari Sabit, dari Anas atau lainnya, bahwa Nabiﷺ meminta izin untuk menemui Sa'd ibnu Ubadah. Maka Nabiﷺ mengucapkan, "Assalamu 'alaika warahmatullah, Sa'd menjawab, "Wa'alaikas salam warahmatullah, tetapi jawabannya itu tidak terdengar oleh Nabiﷺ sehingga Nabiﷺ mengucapkan salamnya sebanyak tiga kali; dan Sa'd membalasnya pula sebanyak tiga kali, tetapi tidak sampai terdengar oleh Rasulullahﷺ Maka Nabiﷺ kembali. Sa'd mengejarnya lalu berkata, "Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, tidak sekali-kali engkau mengucapkan salam melainkan terdengar oleh kedua telingaku ini; dan sungguh aku telah menjawab setiap salammu, tetapi sengaja aku tidak memperdengarkannya kepadamu karena aku menginginkan agar mendapat banyak salam dan berkah darimu. Kemudian Nabiﷺ dipersilakan masuk ke dalam rumah, dan Sa'd menyuguhkan makanan buah anggur yang telah disale kepada Nabiﷺ lalu beliau menyantap hidangan tersebut. Setelah selesai makan, Rasulullahﷺ bersabda: "Orang-orang yang baik telah makan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian, serta orang-orang yang puasa telah berbuka di rumah kalian.

*Abu Daud dan Imam Nasa'i telah meriwayatkan melalui hadis Abu Amr Al-Auza'i. Ia pernah mendengar Yahya ibnu Abu Kasir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Sa'd ibnu Zurarah, dari Qais ibnu Sa'd ibnu Ubadah yang menceritakan bahwa Rasulullahﷺ berkunjung ke rumah mereka. Beliauﷺ mengucapkan "Assalamu 'alaikum warahmatullah. Maka Sa'd membalasnya dengan suara yang pelan. Qais bertanya, "Mengapa tidak engkau izinkan Rasulullahﷺ masuk? Sa'd menjawab, "Sengaja saya biarkan beliau agar banyak mengucapkan salam kepada kita. Rasulullahﷺ kembali mengucapkan salamnya, "Assalamu 'alaikum warahmatullah. Sa'd menjawab dengan suara yang lirih (pelan). Kemudian Rasulullahﷺ mengulangi lagi salamnya, "Assalamu 'alaikum warahmatullah. Setelah itu Rasulullahﷺ kembali, dan Sa'd mengejarnya, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar salammu dan menjawab setiap salammu dengan suara pelan, agar engkau banyak mendoakan keselamatan bagi kami. Maka Rasulullahﷺ kembali bersama Sa'd, dan Sa'd memerintahkan agar disediakan air untuk mandi, lalu Sa'd menyediakan baju Khamisah yang dicelup dengan minyak Za'faran atau minyak al-waras, kemudian baju itu dipakai oleh Rasulullahﷺ Sesudah itu Rasulullahﷺ mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: "Ya Allah limpahkanlah ampunan dan rahmat-Mu kepada keluarga Sa'd ibnu Ubadah.

*Kemudian Rasulullahﷺ menyantap sebagian dari makanan yang dihidangkan. Ketika beliau hendak pulang, Sa'd menyiapkan seekor keledai Untuk kendaraan Nabiﷺ yang telah diberi pelana dengan kain qatifah. Maka Rasulullahﷺ mengendarainya, Lalu Sa'd berkata, "Hai Qais, temanilah Rasulullahﷺ. Qais menceritakan, "Kemudian Rasulullahﷺ bersabda (kepadaku), 'Naiklah,' tetapi aku menolak. Maka Rasulullahﷺ bersabda, 'Jika kamu tidak mau naik bersamaku, maka pergilah kamu (yakni jangan kawal aku seperti raja),' Qais berkata, "Lalu aku pergi. Hadis yang semisal telah diriwayatkan melalui berbagai jalur. Dengan demikian, berarti hadis jayid lagi kuat.

*Kemudian perlu diketahui bahwa orang yang meminta izin untuk masuk ke dalam rumah seseorang dianjurkan agar jangan berdiri persis di tengah-tengah pintu sehingga berhadap-hadapan dengan pintu. Akan tetapi, hendaklah ia berdiri agak menyamping baik ke arah kanan pintu atau ke sebelah kirinya.

*Demikian itu berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Mu'ammal ibnul Fadl Al-Harrani, lalu disebutkan perawi-perawi lainnya. Mereka mengatakan, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahman, dari Abdullah ibnu Bisyr yang menceritakan bahwa Rasulullahﷺ apabila mendatangi pintu rumah suatu kaum, beliau tidak pernah menghadapkan dirinya ke arah pintu, tetapi dari sebelah kanan atau sebelah kirinya, lalu mengucapkan, "Assalamu 'alaikum. Demikian itu karena di masa itu pintu-pintu rumah tidak memakai kain penutup (gordin). Hadis diriwayatkan oleh Imam Abu Daud secara tunggal.

*Abu Daud mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir.

*Dalam waktu yang sama Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Hafs, dari Al-A'masy, dari Talhah, dari Hazil yang menceritakan bahwa seorang lelaki datang; Usman mengatakan bahwa dia adalah Sa'd. lalu Sa'd berdiri di depan pintu rumah Nabiﷺ seraya meminta izin untuk masuk. Usman (perawi) mengatakan bahwa Sa'd berdiri menghadap ke arah pintu, maka Nabiﷺ bersabda kepadanya seraya berisyarat, "Beginilah caranya, minggirlah dari pintu, sesungguhnya meminta izin itu tiada lain untuk diperbolehkan melihat.

*Abu Daud At-Tayalisi meriwayatkannya melalui Sufyan As-Sauri, dari Al-A'masy, dari Talhah ibnu Masraf, dari seorang lelaki, dari Nabiﷺ Abu Daud meriwayatkannya melalui hadis dia.

*Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:

لَوْ اَنَّ امْرَأً اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ اِذَنٍ فَخَذَفْتَهٗ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهٗ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ
( "Seandainya ada seseorang mengintipmu tanpa seizinmu, lalu kamu lempar dengan batu kerikil hingga membutakan matanya, maka tiada dosa bagimu. )

*Jama'ah mengetengahkannya melalui hadis Syu'bah, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir yang mengatakan bahwa ia datang kepada Nabiﷺ untuk membayar utang ayahnya, lalu ia mengetuk pintu. Maka Nabiﷺ bertanya. "Siapakah kamu? Aku (Jabir) berkata, "Saya. Nabiﷺ bersabda, "Saya, saya, seakan-akan beliau tidak suka dengan jawaban tersebut.

*Sesungguhnya Nabiﷺ tidak suka dengan jawaban tersebut karena jawaban itu masih belum memperkenalkan pelakunya sebelum menyebutkan namanya atau julukannya yang menjadi nama panggi lannya. Jika tidak demikian, maka setiap orang bisa saja menyebutkan dirinya dengan kata 'saya'. Hal ini tidak dapat memenuhi maksud yang dituju dari memperkenalkan diri agar diberi izin untuk masuk, seperti yang dianjurkan oleh ayat ini.

*Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa isti-nas artinya meminta izin. Hal yang sama dikatakan oleh selain Ibnu Abbas.

*Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abu Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini, yaitu firman-Nya: ( janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam. ) (An-Nur, 24:27) Ibnu Abbas mengatakan, sesungguhnya telah terjadi kekeliruan yang dilakukan oleh para penyalin, sebenarnya hatta tasta-zinu watusallimu.

*Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Hasyim, dari Abu Bisyr (yaitu Ja'far ibnu Iyas), dari Sa'id, dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal. Ditambahkan pula di dalam riwayat ini bahwa Ibnu Abbas membacanya dengan bacaan tasta-zinu. Dia membacanya berdasarkan qiraat Ubay ibnu Ka'b£ Akan tetapi, riwayat ini berpredikat garib sekali bila bersumber dari Ibnu Abbas.

*Hasyim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mugirah, dari Ibrahim yang mengatakan bahwa di dalam mushaf Ibnu Mas'ud disebutkan ( hattā tusallimu 'alā ahlihā watasta-zinī ) (hingga kalian mengucapkan salam kepada penghuninya dan meminta izin kepada mereka). Hal seperti inipun disebutkan di dalam suatu riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar