بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ ﴿٢٨﴾
wa każżabụ bi`āyātinā kiżżābā
Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
Tafsir Surah An-Naba’ Ayat: 28
Firman Allahﷻ:
وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا
( dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. ) (An-Naba, 78:28)
*Dahulu mereka mendustakan hujah-hujah Allah dan bukti-bukti kebenaran-Nya terhadap makhluk-Nya, yang Dia turunkan kepada para rasul-Nya, tetapi mereka menyambutnya dengan kedustaan dan keingkaran.
*******
Firman Allahﷻ:
كِذَّابًا
( dengan kedustaan yang sesungguh-sungguhnya. ) (An-Naba, 78:28)
Yaitu ( takdzīban ) (dengan sesungguh-sungguhnya), ini merupakan bentuk masdar yang bukan berasal dari fi'il (kata kerja)nya.
*Ulama Nahwu mengatakan bahwa pernah ada seorang Arab Badui meminta fatwa dari Al-Farra sehubungan dengan tahalhil di Marwah, "Apakah memotong rambut yang lebih engkau sukai ataukah mencukurnya pendek-pendek? Yakni dengan memakai ungkapan ( al-qissār ) (sewazan dengan ( kidzdzāba )). Dan sebagian dari mereka mengucapkan dalam salah satu bait syairnya,
لَقَدْ طَالَ مَا ثَبَّطَتَنِي عَنْ صَحَابَتِيْ..وَعَنْ حِوَجٍ قَضَاؤُهَا مِنْ شفَائيَا
( "Sesungguhnya telah lama masa yang menghambat dia dari menemaniku dan dari menunaikan keperluannya yang banyak disebabkan keadaanku yang sengsara. )