Tafsir Al-Qur'an Surah Ar-Ra’d Ayat 29

Tafsir Al-Qur'an Surah Ar-Ra’d Ayat 29

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوْبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَاٰبٍ ﴿٢٩

allażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti ṭụbā lahum wa ḥusnu ma`āb

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Ar-Ra’d Ayat: 29
*Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna tuba ialah gembira dan sejuk hati.

*Menurut Ikrimah, artinya alangkah nikmatnya apa yang mereka peroleh.

*Menurut Ad-Dahhak, artinya ungkapan rasa keinginan beroleh kenikmatan seperti mereka.

*Menurut Ibrahim An-Nakha'i, artinya kebaikanlah bagi mereka.

*Qatadah mengatakan bahwa kata ini merupakan kata dari bahasa Arab. Bila seseorang mengatakan kepada temannya, "Thūba Laka artinya engkau telah beroleh kebaikan.

*Menurut riwayat lain, ia mengatakan bahwa tuba lahum artinya kebaikanlah bagi mereka.

وَحُسْنُ مَاٰبٍ
( tempat kembali yang baik. ) (Ar-Ra'd, 13:29)

Yakni tempat kembali. Semua pendapat yang telah disebutkan di atas pada prinsipnya sama, tiada pertentangan di antaranya.

*Sa'id ibnu Jubair telah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna tuba lahum, bahwa tuba adalah nama sebuah taman yang ada di negeri Habsyah. Sa'id ibnu Masju' mengatakan bahwa tuba adalah nama sebuah taman yang terletak di India. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh As-Saddi, dari Ikrimah, bahwa tuba lahum artinya surga (taman). Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid.

*Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa setelah Allah menciptakan surga dan telah merampungkannya, berfirmanlah Dia: ( Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. ) (Ar-Ra'd, 13:29) Demikian itu sebagai ungkapan rasa takjub akan keindahannya.

*Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ja'far, dari Syahr ibnu Hausyab yang mengatakan bahwa tuba adalah nama sebuah pohon di dalam surga; semua pepohonan surga berasal darinya, ranting-rantingnya berasal dari balik tembok surga.

*Hal yang sama telah diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Mugis ibnu Summi, Abi Ishaq As-Subai'i, dan lain-lainnya dari kalangan ulama salaf yang bukan hanya seorang. Mereka mengatakan bahwa tuba adalah sebuah pohon di dalam surga, pada tiap-tiap rumah (gedung) surga terdapat ranting yang berasal darinya.

*Sebagian ulama mengatakan bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah, Mahasuci lagi Mahatinggi telah menanamnya sendiri dengan tangan kekuasaan-Nya dari butir mutiara, lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk menjalar; maka pohon itu menjalar menurut yang dikehendaki oleh Allahﷻ Dari bawah akarnya memancar sumber air sungai-sungai surga yang berasa madu, khamr, dan air susu.

*Abdullah ibnu Wahb telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, bahwa Diraj (yakni Abus Samah) pernah menceritakan kalimat berikut kepadanya, dari Abul Haisam, dari Abu Sa'id Al-Khudri secara marfu':

طُوْبٰى شَجَرَةٌ فِى الْجَنَّةِ مَسِيْرَةُ مِائَةِ سَنَةٍ ثِيَابُ اَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ اَكْمَامِهَا
( "Tuba adalah sebuah pohon di dalam surga, besarnya sama dengan jarak perjalanan seratus tahun, pakaian-pakaian ahli surga keluar dari kuntum-kuntumnya. )

*Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Lahi'ah mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Diraj (yakni Abus Samah), bahwa Abul Haisam pernah menceritakan kepadanya, dari Abu Sa'id Al-Khudri, dari Rasulullahﷺ, bahwa ada seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, tuba (berbahagialah) bagi orang yang melihatmu dan beriman kepadamu. Rasulullahﷺ bersabda:

طُوْبٰى لِمَنْ رَاٰنِيْ وَاٰمَنَ بِيْ ثُمَّ طُوْبٰى ثُمَّ طُوْبٰى ثُمَّ طُوْبٰى لِمَنْ اٰمَنَ بِيْ وَلَمْ يَرَنِيْ
( "Berbahagialah bagi orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Berbahagialah, berbahagialah, dan berbahagialah bagi orang yang beriman kepadaku dan tidak melihatku. )

Lelaki lainnya bertanya kepada Rasulullahﷺ, "Apakah yang dimaksud dengan tuba (berbahagialah) itu? Rasulullahﷺ menjawab:

شَجَرَةٌ فِى الْجَنَّةِ مَسِيْرَةُ مِائَةِ عَامٍ ثِيَابُ اَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ اَكْمَامِهَا
( "Sebuah pohon di dalam surga yang besarnya adalah perjalanan seratus tahun, pakaian ahli surga keluar dari kuntum (bunga)nya. )

*Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Ishaq Ibnu Rahawaih, dari Mugirah Al-Makhzumi, dari Wuhaib, dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa'd£, bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:

اِنَّ فِى الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِيْ ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا
( "Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum melampauinya. )

*Abu Hazim mengatakan bahwa lalu ia mengetengahkan hadis ini kepada An-Nu'man ibnu Ayyasy Az-Zurqi. Maka ia berkata bahwa telah menceritakan kepadanya Abu Sa'id Al-Khudri, dari Nabiﷺ yang telah bersabda:

اِنَّ فِى الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ الْجَوَادَ الْمُضَمَّرَ السَّرِيْعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا
( "Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara kuda pacuan yang kencang larinya memacu kudanya selama seratus tahun, ia masih belum dapat melampauinya. )

*Di dalam kitab Shahih Bukhari melalui hadis Yazid ibnu Zurai', dari Sa'id, dari Qatadah, dari Anas£ yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ bersabda sehubungan dengan makna firman-Nya: ( dan naungan yang terbentang luas. ) (Al-Waqi'ah, 56:30) yaitu:

فِى الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِيْ ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا
( "Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tanpa bisa melampauinya. )

*Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Syuraih, telah menceritakan kepada kami Falih, dari Hilal ibnu Ali, dari Abdur Rahman ibnu Abu Amrah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:

فِى الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِيْ ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ. اقْرَءُوْا اِنْ شِئْتُمْ وَظِلٍّ مَمْدُوْدٍ
( "Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum melampauinya. Bacalah oleh kalian bila kalian suka akan firman-Nya, Dan naungan yang terbentang luas. ) (Al-Waqi'ah, 56:30)

*Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Shahihain.

*Menurut lafaz lain (bagi Imam Ahmad) disebutkan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far dan Hajjaj; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, bahwa ia pernah mendengar Abu Dalihak menceritakan hadis berikut dari Abu Hurairah, dari Nabiﷺ yang telah bersabda:

اِنَّ فِى الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِيْ ظِلِّهَا سَبْعِيْنَ -اَوْ مِائَةَ- سَنَةٍ هِيَ شَجَرَةُ الْخُلْدِ
( "Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama tujuh puluh -atau seratus tahun-, ia adalah pohon Khuldi. )


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar