بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ اٰتَتْ اُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِّنْهُ شَيْـًٔاۙ وَّفَجَّرْنَا خِلٰلَهُمَا نَهَرًاۙ ﴿٣٣﴾
kiltal-jannataini ātat ukulahā wa lam taẓlim min-hu syai`aw wa fajjarnā khilālahumā naharā
Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,
Tafsir Surah Al-Kahf Ayat: 33
*( 32-33. ) Sesudah menyebutkan tentang orang-orang musyrik yang sombong, tidak mau berkedudukan sama dengan orang-orang yang lemah lagi miskin dari kalangan kaum muslim karena merasa besar diri dengan harta dan kedudukan yang dimilikinya, maka Allah menyebutkan sebuah perumpamaan yang menggambarkan kedua golongan tersebut dengan dua orang laki-laki. Salah seorang di antaranya diberi oleh Allah dua buah kebun anggur yang dikelilingi dengan pohon-pohon kurma sebagai pagarnya, dan di antara kedua kebun itu terdapat ladang. Pohon dan tanaman itu menghasilkan buah yang sangat baik, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ اٰتَتْ اُكُلَهَا
( Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya. ) (Al-Kahfi, 18:33)
Artinya, masing-masing dari kedua kebun itu menghasilkan buahnya.
وَلَمْ تَظْلِمْ مِّنْهُ شَيْـًٔا
( dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun. ) (Al-Kahfi, 18:33)
Yakni hasilnya tiada berkurang barang sedikit pun.
وَفَجَّرْنَا خِلٰلَهُمَا نَهَرًا
( dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu. ) (Al-Kahfi, 18:33)
Yakni sungai-sungai mengalir bercabang-cabang pada kedua kebun itu.