Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hajj Ayat 35

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hajj Ayat 35

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَالصَّابِرِيْنَ عَلٰى مَآ اَصَابَهُمْ وَالْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِۙ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ﴿٣٥

allażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum waṣ-ṣābirīna 'alā mā aṣābahum wal-muqīmiṣ-ṣalāti wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Hajj Ayat: 35
Firman Allahﷻ:

وَالْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ
( Orang-orang yang mendirikan salat. ) (Al-Hajj, 22:35)

*Jumhur ulama membacanya dengan meng-idafah-kan lafaz ( al-muqīmīna ) kepada ( ash-shalāta ), hingga menjadi ( wal-muqīmish shalāti ). Dan ulama Sab'ah serta tiga ulama lainnya yang tergabung dalam ulama 'asyrah membacanya demikian pula.

*Lain halnya dengan Ibnus Sumaifa' dia membacanya ( wal-muqīmīnash shalāta ) dengan bacaan nasab yakni tidak di-mudaf-kan.

*Al-Hasan Al-Basri mengatakan pula sehubungan dengan firman-Nya: ( Orang-orang yang mendirikan salat. ) (Al-Hajj, 22:35)

*Huruf nun dalam ayat ini dibuang untuk tujuan takhfif atau meringankan bacaan (menurut orang yang membacanya As-Salata). Seandainya dibuang karena di-idafah-kan (digandengkan), tentulah dibaca As-Salati. Yakni orang-orang yang menunaikan hak Allah terhadap apa yang telah diwajibkan-Nya kepada mereka, yaitu mengerjakan salat-salat fardu.

وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
( dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka. ) (Al-Hajj, 22:35)

Artinya, mereka membelanjakan apa yang diberikan oleh Allah kepada mereka berupa rezeki yang baik kepada keluarga mereka, kaum kerabatnya, dan orang-orang fakir serta orang-orang miskin mereka. Mereka senang berbuat baik kepada semua orang; selain itu mereka juga memelihara batasan-batasan Allah. Hal ini berbeda dengan sifat-sifat kaum munafik, mereka bersifat kebalikan dari ini, seperti yang telah disebutkan di dalam tafsir surat At-Taubah.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar