Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Ma’arij Ayat 37

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Ma’arij Ayat 37

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ ﴿٣٧

'anil-yamīni wa 'anisy-syimāli 'izīn

dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Ma’arij Ayat: 37
*( 36-37. ) Allahﷻ mengingkari sikap orang-orang kafir yang semasa dengan Nabiﷺ, padahal mereka menyaksikan Nabiﷺ dan juga petunjuk yang diamanatkan oleh Allah kepadanya untuk menyampaikannya, dan mukjizat-mukjizat yang jelas lagi cemerlang yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk menguatkan kerasulannya. Kemudian dengan adanya semua itu mereka masih juga lari darinya dan bubar meninggalkannya, ada yang ke arah kanan dan ada yang ke arah kiri dengan berkelompok-kelompok, semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allahﷻ dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَ كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌ فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ
( Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa. ) (Al-Muddatstsir, 74:49-74:51)

*Ayat-ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam surat ini, karena Allahﷻ berfirman:

فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَ
( Mengapa orang-orang kafir itu bersegera bubar dari arahmu. ) (Al-Ma'arij, 70:36)

Yakni mengapa orang-orang kafir itu bersegera meninggalkanmu, hai Muhammad. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, bahwa MUHTHI'ĪN artinya pergi.

*Bentuk tunggalnya ialah 'izah, yakni berkelompok-kelompok. Ini merupakan kata keterangan keadaan dari lafaz MUHTHI'ĪN, yakni saat mereka bubar darinya berkelompok-kelompok karena tidak setuju dan menentangnya.

*Imam Ahmad telah mengatakan sehubungan dengan para penghamba nafsu, bahwa mereka selalu menyimpang dari Al-Qur'an, dan menentangnya serta sepakat untuk menentangnya.

*Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Mengapa orang-orang kafir itu bersegera bubar dari arahmu. ) (Al-Ma'arij, 70:36) Yakni mereka mengarahkan pandangannya ke arahmu. ( Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok, ) (Al-Ma'arij, 70:37) Bahwa 'IZĪN artinya berkelompok-kelompok, ada yang dari arah kanan dan ada yang dari arah kiri, berpaling darinya seraya memperolok-olok dia.

*Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abu Amir alias Qurrah, dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( dari kanan dan dari kiri membubarkan dirinya. ) (Al-Ma'arij, 70:37) Yaitu bubar meninggalkan dia, ada yang ke arah kanan dan ada yang ke arah kiri seraya mengatakan, "Apa yang dikatakan lelaki ini? dengan nada mencemoohkan.

*Qatadah mengatakan bahwa MUHTHI'ĪN artinya sengaja datang. ( Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok. ) (Al-Ma'arij, 70:37) Yakni membuat kelompok-kelompok di sekeliling Nabiﷺ, tetapi bukan kerena menyukai Kitabullah dan bukan pula Nabi-Nya.

*As-Sauri, Syu'bah, Absar ibnul Qasim, Aisy ibnu Yunus, Muhammad ibnu Fudail, Waki', Yahya Al-Qattan, dan Abu Mu'awiyah, semuanya telah meriwayatkan dari Al-A'masy, dari Al-Musayyab ibnu Rati', dari Tamim ibnu Tarfah, dari Jabir ibnu Samurah, bahwa Rasulullahﷺ keluar menemui para sahabat, sedangkan para sahabat saat itu sedang duduk berkelompok-kelompok. Maka beliau bertanya, "Mengapa kalian kulihat berkelompok-kelompok?

*Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Nasa'i, dan Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui hadis Al-A'masy dengan sanad yang sama.

*Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Mu'ammal, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abdul Malik ibnu Umair, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah£, bahwa Rasulullahﷺ Keluar menemui para sahabatnya, sedangkan mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok membentuk lingkaran-lingkaran, maka beliauﷺ bertanya,

مَا لِيْ اَرَاكُمْ عِزِيْنَ
( "Mengapa kulihat kalian berkelompok-kelompok? )

*Sanad hadis ini jayyid (baik), tetapi kami tidak menemukan pada suatu kitab-pun dari kitab Sittah yang meriwayatkannya dari jalur ini.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar