Tafsir Al-Qur'an Surah Asy-Syu`ara` Ayat 41

Tafsir Al-Qur'an Surah Asy-Syu`ara` Ayat 41

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ قَالُوْا لِفِرْعَوْنَ اَىِٕنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ ﴿٤١

fa lammā jā`as-saḥaratu qālụ lifir'auna a inna lanā la`ajran ing kunnā naḥnul-gālibīn

Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?”


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Asy-Syu`ara` Ayat: 41
( 41-48. ) Firman Allahﷻ:

فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ
( Maka tatkala ahli-ahli sihir datang. ) (Asy-Syu'ara', 26:41)

Yakni tiba di majelis Fir'aun yang saat itu mereka telah menyediakan bagi Fir'aun panggung khusus. Fir'aun menghimpunkan para pelayannya, para hulubalangnya, para pembantu, dan para pemimpin negeri serta semua bala tentara negerinya. Lalu para ahli sihir berdiri di hadapan Fir'aun seraya meminta kebaikan darinya dan berada dekat dengannya jika mereka beroleh kemenangan. Yakni inikah tujuan yang karenanya engkau menghimpunkan kami? Mereka berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

اَىِٕنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ۝ قَالَ نَعَمْ وَاِنَّكُمْ اِذًا لَّمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ۝
( "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang? Fir'aun menjawab, "Ya. Kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku). ) (Asy-Syu'ara', 26:41-26:42)

Maksudnya, selain memenuhi apa yang kalian minta, aku akan menjadikan kalian sebagai orang-orang terdekatku dan teman semajelisku, lalu mereka kembali ke tempat pertandingan.

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِمَّآ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّآ اَنْ نَّكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَلْقٰى. قَالَ بَلْ اَلْقُوْا
( (Setelah mereka berkumpul) mereka berkata, "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan? Berkata Musa, "Silakan kamu sekalian melemparkan. ) (Tha Ha, 20:65-20:66)

*Dalam surat ini disingkat, Musa berkata kepada mereka:

اَلْقُوْا مَآ اَنْتُمْ مُّلْقُوْنَ۝ فَاَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوْا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ اِنَّا لَنَحْنُ الْغٰلِبُوْنَ۝
( "Lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan. Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata, "Demi kekuasaan Fir'aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang. ) (Asy-Syu'ara', 26:43-26:44)

*Ucapan seperti ini sama dengan yang biasa dikatakan oleh orang awam yang jahil bila hendak melakukan sesuatu yang penting, "Demi pahala si Fulan. Dalam surat Al-A'raf disebutkan oleh Allahﷻ melalui firman-Nya:

قَالَ اَلْقُوْا فَلَمَّآ اَلْقَوْا سَحَرُوْٓا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاۤءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
( Musa menjawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)! Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena'jubkan). ) (Al-A'raf, 7:116)

*Dan di dalam surat Tha Ha disebutkan melalui firman-Nya:

فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعٰى۝ فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى۝ قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى۝ وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْا اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى۝
( Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: "Janganlah kamu takut, Sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang. ) (Tha Ha, 20:66 sampai 20:69)

*Dan dalam surat Asy-Syu'ara' ini disebutkan oleh firman-Nya:

فَاَلْقٰى مُوْسٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ
( Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu. ) (Asy-Syu'ara', 26:45)

Yakni menyambar dan mengumpulkan semuanya dari setiap penjuru, lalu menelannya dan tidak meninggalkan sesuatu pun darinya. Allahﷻ telah berfirman:

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ۝ فَغُلِبُوْا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوْا صٰغِرِيْنَ۝ وَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ۝ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ۝ رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ۝
( Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun. ) (Al-A'raf, 7:118 sampai 7:122)

*Hal ini merupakan suatu peristiwa yang sangat besar yang membuktikan kemenangan mukjizat yang nyata, sekaligus sebagai hujah yang mematikan. Demikian itu karena orang-orang yang diandalkan oleh Fir'aun untuk dapat menang menjadi kalah dan tunduk serta beriman kepada Musa pada saat itu juga, dan mereka bersujud kepada Allah Tuhan semesta alam yang telah mengutus Musa dan Harun dengan hak dan mukjizat yang cemerlang. Fir'aun mengalami kekalahan yang fatal yang belum pernah ada kekalahan semisal dengan apa yang dialaminya. Akan tetapi, Fir'aun adalah orang yang sangat kurang ajar terhadap Allah; semoga laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia menimpanya. Maka ia dengan rasa angkuh, ingkar, dan sombongnya mulai memutarbalikkan kenyataan, lalu ia mengancam para ahli sihir itu melalui ucapannya yang disitir oleh firman-Nya:

اِنَّهٗ لَكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ
( Sesungguhnya dia benar-benar pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian. ) (Asy-Syu'ara', 26:49)

Dan firman-Nya:

اِنَّ هٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوْهُ فِى الْمَدِيْنَةِ لِتُخْرِجُوْا مِنْهَآ اَهْلَهَا
( sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya darinya, ) (Al-A'raf, 7:123), hingga akhir ayat.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar