بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
ۨاسْتِكْبَارًا فِى الْاَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِۗ وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ ۗفَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَوَّلِيْنَۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا ەۚ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحْوِيْلًا ﴿٤٣﴾
istikbāran fil-arḍi wa makras-sayyi`, wa lā yaḥīqul-makrus-sayyi`u illā bi`ahlih, fa hal yanẓurụna illā sunnatal-awwalīn, fa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlā, wa lan tajida lisunnatillāhi taḥwīlā
karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.
Tafsir Surah Fatir Ayat: 43
Dalam firman selanjutnya dijelaskan:
اسْتِكْبَارًا فِى الْاَرْضِ
( karena kesombongan (mereka) di muka bumi. ) (Fathir, 35:43)
Yakni mereka sombong tidak mau mengikuti ayat-ayat Allah.
وَمَكْرَ السَّيِّئِ
( dan karena rencana (mereka) yang jahat. ) (Fathir, 35:43)
Yaitu mereka membuat makar terhadap orang lain dengan cara menghalang-halangi mereka dari mengikuti jalan Alah.
وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ
( Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. ) (Fathir, 35:43)
*Dengan kata lain, barang siapa yang menggali lubang, dia sendiri yang terjerumus ke dalamnya.
*Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Ali ibnul Husain mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Zakaria Al-Kufi, dari seorang lelaki yang menceritakan kepadanya bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:
اِيَّاكَ وَمَكْرَ السَّيِّئِ فَاِنَّهٗ لَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ وَلَهُمْ مِنَ اللّٰهِ طَالِبٌ
( Janganlah kamu membuat makar yang jahat, karena sesungguhnya makar (rencana) yang jahat itu tidak menimpa kecuali orang yang merencakannya sendiri, dan mereka akan dituntut oleh Allah. )
*Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi pernah mengatakan bahwa ada tiga perkara yang barang siapa mengerjakannya tidak akan selamat kecuali bila meninggalkannya, yaitu rencana jahat, zalim, dan melanggar janji. Hal yang membenarkannya dari Kitabullah ialah firman Allahﷻ: ( Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. ) (Fathir, 35:43) ( sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri. ) (Yunus, 10:23) Dan firman Allahﷻ: ( maka barang siapa yang melanggar janjinya, maka akibat pelanggaran janjinya itu akan menimpa dirinya sendiri. ) (Al-Fath: 48:10)
Adapun firman Allahﷻ:
فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَوَّلِيْنَ
( Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. ) (Fathir, 35:43)
Artinya, siksaan Allah yang akan menimpa diri mereka akibat mendustakan rasul-rasul-Nya dan menentang mereka yang membawa perintah Allahﷻ
فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا
( Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan bagi sunnah Allah. ) (Fathir, 35:43)
*Sunnah Allah tidak dapat diubah dan tidak dapat pula diganti, melainkan ia akan tetap berjalan seperti apa yang telah ditetapkan-Nya di tempat mana pun orang yang mendustakan Allah berada.
فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا
( dan sekali-sekali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. ) (Fathir, 35:43)
*Dengan kata lain, semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ
( Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya. ) (Ar-Ra'd, 13:11)
Yakni tiada yang dapat menghilangkannya atau mengalihkannya dari mereka selain Allahﷻ Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.