بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَّاَصْحٰبُ مَدْيَنَۚ وَكُذِّبَ مُوْسٰى فَاَمْلَيْتُ لِلْكٰفِرِيْنَ ثُمَّ اَخَذْتُهُمْۚ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ ﴿٤٤﴾
wa aṣ-ḥābu madyan, wa kużżiba mụsā fa amlaitu lil-kāfirīna ṡumma akhażtuhum, fa kaifa kāna nakīr
dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku.
Tafsir Surah Al-Hajj Ayat: 44
Firman Allahﷻ:
فَاَمْلَيْتُ لِلْكٰفِرِيْنَ
( lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir. ) (Al-Hajj, 22:44)
Yakni maka Kami beri masa tangguh bagi mereka dan Kami keluarkan mereka (dari rahmat) Kami.
ثُمَّ اَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ
( kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu). ) (Al-Hajj, 22:44)
Maksudnya, bagaimana kebencian-Ku dan azab-Ku terhadap mereka.
*Sebagian ulama salaf menyebutkan bahwa jarak antara perkataan Fir'aun kepada kaumnya, "Akulah Tuhan kalian yang tertinggi, dan kebinasaannya oleh Allah kurang lebih empat puluh tahun.
*Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui Abu Musa, dari Nabiﷺ yang telah bersabda:
اِنَّ اللّٰهَ لَيُمْلِيْ لِلظَّالِمِ حَتّٰى اِذَا اَخَذَهٗ لَمْ يُفْلِتْهُ ثُمَّ قَرَاَ: وَكَذٰلِكَ اَخْذُ رَبِّكَ اِذَآ اَخَذَ الْقُرٰى وَهِيَ ظَالِمَةٌ اِنَّ اَخْذَهٗٓ اَلِيْمٌ شَدِيْدٌ
( Sesungguhnya Allah benar-benar memberi tangguh kepada orang yang zalim, hingga manakala Dia mengazabnya, maka ia tidak dapat terlepas dari azab-Nya. Kemudian Nabiﷺ membaca firman-Nya: Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. ) (Hud, 11:102)