Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Kahf Ayat 47

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Kahf Ayat 47

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ ﴿٤٧

wa yauma nusayyirul-jibāla wa taral-arḍa bārizataw wa ḥasyarnāhum fa lam nugādir min-hum aḥadā

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Kahf Ayat: 47
*Allahﷻ menceritakan tentang kengerian pada hari kiamat dan semua peristiwa besar yang terjadi di dalamnya. Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

يَوْمَ تَمُوْرُ السَّمَاۤءُ مَوْرًا وَّتَسِيْرُ الْجِبَالُ سَيْرًا
( Pada hari ketika langit benar-benar berguncang, dan gunung-gunung benar-benar berjalan. ) (Ath-Thur, 52:9-52:10)

Maksudnya, gunung-gunung jebol dan lenyap dari tempatnya masing-masing. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lainnya lagi melalui firman-Nya:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ
( Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. ) (An-Naml, 27:88)

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ
( Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. ) (Al-Qari'ah, 101:5)

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًا فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا لَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَآ اَمْتًا
( Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi. ) (Tha Ha, 20:105-20:107)

*Allahﷻ menceritakan bahwa Dia melenyapkan gunung-gunung hingga rata dengan dataran, serta bumi menjadi rata dan datar sama sekali, tidak ada tanah yang datar dan tidak ada tanah yang menonjol; semuanya rata, tiada lembah dan tiada perbukitan. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةً
( dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar. ) (Al-Kahfi, 18:47)

Yakni rata dan datar, tiada suatu tanda pun milik seseorang dan tiada suatu tempat persembunyian pun bagi seseorang. Bahkan semua makhluk di bawa ke hadapan Tuhannya, tiada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi bagi Allah.

*Mujahid dan Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: ( dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar ). (Al-Kahfi, 18:47) Maksudnya, tiada bebatuan dan tiada liang-liang padanya.

*Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah tiada bangunan dan tiada pepohonan padanya.

*******
Firman Allahﷻ:

وَحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًا
( dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka. ) (Al-Kahfi, 18:47)

Yakni Kami himpunkan mereka semua dari yang terdahulu hingga yang kemudian (yang terakhir). Tiada seorang pun dari mereka yang Kami tinggalkan, baik yang kecil maupun yang besar, seperti yang disebutkan oleh Allahﷻ dalam ayat lain melalui firman-Nya:

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَ لَمَجْمُوْعُوْنَ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
( Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang terkemudian benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. ) (Al-Waqi'ah, 56:49-56:50)

ذٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوْعٌ لَّهُ النَّاسُ وَذٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُوْدٌ
( Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapinya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala malaikat). ) (Hud, 11:103)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar