Tafsir Al-Qur'an Surah Ar-Rum Ayat 50

Tafsir Al-Qur'an Surah Ar-Rum Ayat 50

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


فَانْظُرْ اِلٰٓى اٰثٰرِ رَحْمَتِ اللّٰهِ كَيْفَ يُحْيِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ لَمُحْيِ الْمَوْتٰىۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ﴿٥٠

fanẓur ilā āṡāri raḥmatillāhi kaifa yuḥyil-arḍa ba'da mautihā, inna żālika lamuḥyil mautā, wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Ar-Rum Ayat: 50
*( 49-50. ) Makna ayat ialah mereka yang mendapat hujan itu sebelumnya merasa putus harapan dari turunnya hujan kepada mereka. Tetapi setelah hujan turun menyirami mereka di saat mereka sangat membutuhkannya, maka kegembiraan mereka tak terperikan mengingat rahmat datang tepat di saat mereka sangat memerlukannya.

*Ulama Nahwu berselisih pendapat sehubungan dengan firman-Nya: ( sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa. ) (Ar-Rum, 30:49) Menurut Ibnu Jarir, lafaz min qablihi berkedudukan sebagai taukid, ia meriwayatkannya dari sebagian ahli bahasa Arab.

*Ulama lainnya mengatakan bahwa firman-Nya: ( sebelum hujan diturunkan kepada mereka. ) (Ar-Rum, 30:49) Damir yang terdapat di dalam lafaz yanzila kembali kepada hujan.

مِنْ قَبْلِهٖ
( sebelum itu. ) (Ar-Rum, 30:49)

Yakni sebelum turunnya hujan itu mereka benar-benar telah berputus asa. Dapat pula ditakwilkan bahwa kalimat ini menunjukkan makna ta-sis, yang artinya 'sebelum turunnya hujan mereka sangat mengharapkannya, Juga jauh sebelum itu.' Hujan datang terlambat kepada mereka dari suatu waktu ke waktu yang lain, yang selama itu mereka menunggu-nunggu kedatangannya, tetapi ternyata hujan datang terlambat. Setelah berlalu beberapa waktu lagi mereka tetap menunggu-nunggunya, tetapi ternyata telat juga turunnya. Setelah itu hujan datang dengan tiba-tiba kepada mereka sesudah mereka berputus asa dan tidak ada harapan lagi. Setelah tanah mereka menjadi gersang dan tandus, tiba-tiba setelah hujan turun hiduplah bumi itu, lalu suburlah serta tumbuhlah berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

فَانْظُرْ اِلٰٓى اٰثٰرِ رَحْمَتِ اللّٰهِ
( Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah. ) (Ar-Rum, 30:50)

Yakni hujan itu.

كَيْفَ يُحْيِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا
( bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. ) (Ar-Rum, 30:50)

*Selanjutnya Allahﷻ menegaskan bahwa tubuh-tubuh yang telah mati dan telah tercabik-cabik serta menjadi tulang belulang yang hancur, kelak akan dihidupkan kembali. Untuk itu Allahﷻ berfirman:

اِنَّ ذٰلِكَ لَمُحْيِ الْمَوْتٰى
( Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. ) (Ar-Rum, 30:50)

Artinya, Tuhan yang memperbuat hal tersebut benar-benar mampu menghidupkan orang-orang yang telah mati.

وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
( Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. ) (Ar-Rum, 30:50)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar