Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun Ayat 51

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun Ayat 51

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ ﴿٥١

yā ayyuhar-rusulu kulụ minaṭ-ṭayyibāti wa'malụ ṣāliḥā, innī bimā ta'malụna 'alīm

Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat: 51
*Allahﷻ memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang menjadi rasul, agar mereka memakan makanan yang baik (halal) dan mengerjakan amal saleh. Hal ini menunjukkan bahwa perkara yang halal itu membantu mengerjakan amal saleh. Maka para nabi mengerjakan perintah ini dengan sebaik-baiknya, dan mereka menggabungkan semua kebaikan, baik yang berupa ucapan maupun perbuatan, baik sebagai pembuktian dari diri maupun dalam bernasehat. Semoga Allah membalas mereka atas jasa-jasa mereka kepada semua hamba Allah dengan balasan yang sebaik-baiknya.

*Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik. ) (Al-Mu'minun, 23:51) Ingatlah, demi Allah, Dia tidak memerintahkan kepada kalian agar memakan, makanan yang merah, tidak makanan yang kuning, tidak makanan yang manis, tidak pula makanan yang masam. Akan tetapi, Dia berfirman bahwa makanlah oleh kalian dari makanan-makanan itu hanya yang halalnya saja.

*Sa'id ibnu Jubair dan Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( makanlah dari makanan yang baik-baik. ) (Al-Mu'minun, 23:51) Yang dimaksud dengan THAYYIBĀT ialah yang halal-halal.

*Abu Ishaq As-Subai'i telah meriwayatkan dari Abu Maisarah Amr ibnu Syurahbil, bahwa Isa putra Maryam makan dari hasil kerajinan tenunan yang dilakukan oleh ibunya.

*Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan: "Tiada seorang nabi pun melainkan pernah menggembalakan kambing. Mereka (para sahabat) bertanya, "Juga engkau, wahai Rasulullah? Rasulullahﷺ bersabda, "Ya, aku pun pernah menggembalakannya dengan imbalan beberapa qirat milik penduduk Mekah.

*Di dalam hadis sahih lainnya disebutkan: Sesungguhnya Daud makan dari hasil perasan keringatnya sendiri.

*Di dalam kitab Sahihain disebutkan sabda Nabiﷺ yang mengatakan:

اِنَّ اَحَبَّ الصِّيَامِ اِلَى اللّٰهِ صِيَامُ دَاوٗدَ وَاَحَبَّ الْقِيَامِ اِلَى اللّٰهِ قِيَامُ دَاوٗدَ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُوْمُ ثُلُثَهٗ وَيَنَامُ سُدُسَهٗ وَكَانَ يَصُوْمُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَلَا يَفِرُّ اِذَا لَاقَى
( "Sesungguhnya puasa yang paling disukai oleh Allah ialah puasanya Daud, dan qiyam (salat) yang paling disukai oleh Allah ialah qiyamnya Daud; dia tidur sampai tengah malam, dan bangun pada sepertiganya, lalu tidur pada seperenamnya; dia puasa sehari dan berbuka sehari; dan apabila perang, ia tidak pernah lari dari medan perang. )

*Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Al-Hakam ibnu Nafi', telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Damrah ibnu Habib, bahwa Ummu Abdullah binti Syaddad ibnu Aus pernah mengatakan bahwa ia pernah mengirim Nabiﷺ sepanci laban (yoghurt) saat beliau sedang puasa untuk bukanya nanti. Ia mengirimkannya sejak hari masih siang dan matahari sedang terik-teriknya, kemudian pesuruhnya kembali kepadanya seraya menyampaikan pesan Nabiﷺ, "Dari manakah engkau mempunyai kambing? Ia menjawab, "Saya membelinya dengan uang saya. Maka (setelah pesuruh itu kembali kepada Nabiﷺ dan menyampaikan jawaban majikannya) barulah Rasulullahﷺ mau meminumnya.

*Pada keesokan harinya Ummu Abdullah binti Syaddad datang menghadap kepada Nabiﷺ dan bertanya, "Wahai Rasulullah, kemarin saya mengirimkan kepadamu laban yang segar, sejak hari masih siang dan panas matahari sedang terik-teriknya, lalu Engkau menyuruh kembali pesuruhku untuk mempertanyakan dari mana laban itu, Rasulullahﷺ menjawab: "Demikianlah para rasul diperintahkan. Mereka tidak boleh makan kecuali makanan yang halal, dan tidak boleh beramal kecuali amal yang saleh.

*Di dalam kitab Sahih Imam Muslim dan kitab Jami' Imam Turmuzi serta kitab Musnad Imam Ahmad, hadis ini berdasarkan apa yang ada pada kitab Imam Ahmad. melalui riwayat Fudail ibnu Marzuq dari Addi ibnu Sabit, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah£ yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda: "Hai manusia, sesungguhnya Allah itu Mahabaik, Dia tidak mau menerima kecuali, yang baik-baik (halal). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman seperti apa yang Dia perintahkan kepada para rasul-(Nya). Kemudian Rasulullahﷺ membaca firman-Nya: ( Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. ) (Al-Mu'minun, 23:51) Dan firman Allahﷻ: ( Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian. ) (Al-Baqarah: 2:172)

*Kemudian Rasulullahﷺ menyebutkan perihal seorang lelaki yang lama dalam perjalanannya, dalam keadaan rambut yang awut-awutan lagi penuh dengan debu, sedangkan makanannya dari hasil yang haram, minumannya dari hasil yang haram, pakaiannya dari hasil yang haram dan diberi makan dari hasil yang haram, lalu ia menengadahkan kedua tangannya seraya berdoa, "Hai Tuhanku, hai Tuhanku, maka bagaimanakah doanya dapat diterima bila keadaannya demikian.

*Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, kami tidak mengenalnya kecuali hanya melalui hadis Fudail ibnu Marzuq.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar