Tafsir Al-Qur'an Surah Saba’ Ayat 54

Tafsir Al-Qur'an Surah Saba’ Ayat 54

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَحِيْلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُوْنَۙ كَمَا فُعِلَ بِاَشْيَاعِهِمْ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا فِيْ شَكٍّ مُّرِيْبٍ ﴿٥٤

wa hīla bainahum wa baina mā yasytahụna kamā fu'ila bi`asy-yā'ihim ming qabl, innahum kānụ fī syakkim murīb

Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Saba’ Ayat: 54
Firman Allahﷻ:

وَحِيْلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُوْنَ
( Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini. ) (Saba, 34:54)

*Al-Hasan Al-Basri Ad-Dahhak, dan lain-lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud ialah iman.

*As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini. ) (Saba, 34:54) Yakni tobat.

*Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir rahimahullah.

*Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini. ) (Saba, 34:54) Yakni dari dunia ini berupa harta benda, perhiasan duniawi, dan keluarga (anak-anak).

*Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ar-Rabi, ibnu Anas£ Pendapat inilah yang dipegang oleh Imam Bukhari dan Jamaah.

*Sebenarnya tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat tersebut, karena sesungguhnya adakalanya dihalangi antara mereka dengan apa yang diingini oleh mereka di dunia ini, juga antara mereka dengan apa yang dicari mereka di akhirat, mereka tidak mendapatkannya.

*Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan hal ini telah meriwayatkan sebuah asar yang garib lagi aneh sekali, ia mengetengahkannya secara panjang lebar seperti berikut:

(*lihat di lanjutan tafsir ayat ini.)

*******
Firman Allahﷻ:

كَمَا فُعِلَ بِاَشْيَاعِهِمْ مِّنْ قَبْلُ
( sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. ) (Saba, 34:54)

Yakni sebagaimana yang telah dilakukan terhadap umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul; ketika azab Allah datang menimpa mereka, maka mereka berangan-angan seandainya saja mereka dahulu beriman. Tetapi nasi telah menjadi bubur, iman mereka saat itu tidak dapat diterima. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

فَلَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ۝ فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ اِيْمَانُهُمْ لَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا سُنَّتَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ فِيْ عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكٰفِرُوْنَ۝
( Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami mempersekutukan(nya) dengan Allah. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksaan Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. ) (Ghafir, 40:84-40:85)

Adapun firman Allahﷻ:

اِنَّهُمْ كَانُوْا فِيْ شَكٍّ مُّرِيْبٍ
( Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam. ) (Saba, 34:54)

Yakni mereka dahulu sewaktu di dunia selalu berada dalam keraguan dan kebimbangan, karena itulah iman mereka tidak diterima saat mereka menyaksikan azab Allah.

*Qatadah pernah mengatakan, "Janganlah kamu ragu dan bimbang. Karena sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan bimbang dan ragu, maka ia dibangkitkan dalam keadaan seperti waktu ia mati. Dan barang siapa yang mati dalam keadaan yakin, maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan yakni pula.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar