Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hajj Ayat 55

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hajj Ayat 55

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً اَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيْمٍ ﴿٥٥

wa lā yazālullażīna kafarụ fī miryatim min-hu ḥattā ta`tiyahumus-sā'atu bagtatan au ya`tiyahum 'ażābu yaumin 'aqīm

Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al-Qur'an), hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Hajj Ayat: 55
*Allahﷻ menceritakan perihal orang-orang kafir, bahwa mereka masih tetap berada dalam keraguannya terhadap Al-Qur'an ini. Demikianlah menurut Ibnu Juraij dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Sa'id ibnu Jubair dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah terhadap godaan yang dimasukkan oleh setan (ke dalam telinga mereka).

حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً
( hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba. ) (Al Hajj, 22:55)

*Yang dimaksud dengan BAGHTATAN ialah mendadak, menurut Mujahid.

*Sedangkan menurut Qatadah, artinya azab Allah yang menimpa suatu kaum (yang kafir) secara mengejutkan.

*Tidak sekali-kali Allah mengazab suatu kaum, melainkan saat mereka sedang mabuk dalam kemewahannya dan dalam keadaan teperdaya dengan kesenangannya. Karena itu, janganlah kalian sampai teperdaya dengan nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kalian. Sesungguhnya tiada yang teperdaya oleh nikmat Allah kecuali hanyalah orang-orang yang fasik.

*******
Firman Allahﷻ:

اَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيْمٍ
( atau datang kepada mereka azab hari kiamat. ) (Al-Hajj, 22:55)

*Mujahid mengatakan, Ubay ibnu Ka'b pernah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ( adzābu yaumin 'aqīm ) (siksaan hari yang menyakitkan) ialah perang Badar. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, dan Qatadah serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang; pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

*Ikrimah dan Mujahid -menurut suatu riwayat yang bersumber dari keduanya- mengatakan bahwa hari itu adalah hari kiamat yang tiada malam harinya (yakni tiada istirahatnya). Hal yang sama telah dikatakan oleh Ad-Dahhak dan Al-Hasan Al-Basri.

*Pendapat inilah yang benar, sekalipun Perang Badar termasuk di antara apa yang diancamkan oleh Allah kepada orang-orang musyrik itu. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

اَلْمُلْكُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ
( Kekuasaan di hari itu ada pada Allah. Dia memberi keputusan di antara mereka. ) (Al-Hajj, 22:56)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar