بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اَنْ تَقُوْلَ نَفْسٌ يّٰحَسْرَتٰى عَلٰى مَا فَرَّطْتُّ فِيْ جَنْۢبِ اللّٰهِ وَاِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِيْنَۙ ﴿٥٦﴾
an taqụla nafsuy yā ḥasratā 'alā mā farrattu fī jambillāhi wa ing kuntu laminas-sākhirīn
agar jangan ada orang yang mengatakan, ‘Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),’
Tafsir Surah Az-Zumar Ayat: 56
*Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:
اَنْ تَقُوْلَ نَفْسٌ يّٰحَسْرَتٰى عَلٰى مَا فَرَّطْتُّ فِيْ جَنْبِ اللّٰهِ
( supaya jangan ada orang yang mengatakan, "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah. ) (Az-Zumar, 39:56)
Artinya, kelak di hari kiamat orang yang berdosa merasa menyesal karena kelalaiannya hingga belum sempat bertobat dan kembali ke jalan Allah, sehingga saat itu ia menginginkan seandainya saja dirinya termasuk orang-orang yang berbuat baik, ikhlas, lagi taat kepada Allahﷻ
*******
Firman Allahﷻ:
وَاِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِيْنَ
( sedangkan aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). ) (Az-Zumar, 39:56)
Yakni sesungguhnya yang kulakukan selama di dunia hanyalah perbuatan memperolok-olok dan menghina agama Allah, bukan meyakininya dan bukan pula membenarkannya.