Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Qasas Ayat 57

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Qasas Ayat 57

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَقَالُوْٓا اِنْ نَّتَّبِعِ الْهُدٰى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ اَرْضِنَاۗ اَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَّهُمْ حَرَمًا اٰمِنًا يُّجْبٰٓى اِلَيْهِ ثَمَرٰتُ كُلِّ شَيْءٍ رِّزْقًا مِّنْ لَّدُنَّا وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ﴿٥٧

wa qālū in nattabi'il-hudā ma'aka nutakhaṭṭaf min arḍinā, a wa lam numakkil lahum ḥaraman āminay yujbā ilaihi ṡamarātu kulli syai`ir rizqam mil ladunnā wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn

Dan mereka berkata, “Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.” (Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Qasas Ayat: 57
Firman Allahﷻ:

وَقَالُوْٓا اِنْ نَّتَّبِعِ الْهُدٰى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ اَرْضِنَا
( Dan mereka berkata, Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami. ) (Al-Qashash, 28:57)

*Allahﷻ menceritakan alasan sebagian orang-orang kafir yang tidak mau mengikuti jalan petunjuk. Mereka berkata kepada Rasulullahﷺ, seperti yang disitir oleh firman-Nya: ( Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami diusir dari negeri kami. ) (Al-Qashash, 28:57) Yakni kami takut jika mengikuti petunjuk yang kamu sampaikan dan menentang orang-orang Arab musyrik yang ada di sekitar kami, maka mereka akan mengganggu kami, memerangi kami, dan mengusir kami dari tempat kami berada.

*Allahﷻ menjawab ucapan mereka melalui firman-Nya:

اَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَّهُمْ حَرَمًا اٰمِنًا
( Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman. ) (Al-Qashash, 28:57)

*Dengan kata lain, apa yang mereka kemukakan sebagai alasannya adalah dusta dan tidak benar sama sekali; karena sesungguhnya Allah menempatkan mereka di negeri yang aman dan tanah suci yang besar, yang sejak pertama kali telah aman. Maka bagaimanakah tanah suci ini menjadi tanah yang aman bagi mereka, padahal mereka kafir dan syirik, sedangkan bagi kaum yang beriman dan mengikuti jalan yang benar menjadi kota yang tidak aman bagi mereka?

*******
Firman Allahﷻ:

يُجْبٰٓى اِلَيْهِ ثَمَرٰتُ كُلِّ شَيْءٍ
( yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan). ) (Al-Qashash, 28:57)

Yaitu semua buah-buahan yang beraneka ragam dari daerah sekitarnya, seperti dari Taif, juga dari tempat-tempat lainnya, begitu pula barang dagangan dan keperluan lainnya.

وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
( untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. ) (Al-Qashash, 28:57)

Karena itulah mereka mengatakan perkataan tersebut.

*Imam Nasa'i mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Al-Hajjaj, dari Ibnu Juraij, bahwa telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah yang mengatakan bahwa Amr ibnu Syu'aib pernah meriwayatkan dari Ibnu Abbas -tetapi ia tidak mendengarnya langsung dari Ibnu Abbas- bahwa Al-Haris ibnu Amir ibnu Naufal adalah orang yang mengatakan apa yang disitir oleh firman-Nya: ( Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami. ) (Al-Qashash, 28:57)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar