Tafsir Al-Qur'an Surah Yunus Ayat 58

Tafsir Al-Qur'an Surah Yunus Ayat 58

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ﴿٥٨

qul bifaḍlillāhi wa biraḥmatihī fa biżālika falyafraḥụ, huwa khairum mimmā yajma'ụn

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Yunus Ayat: 58
Firman Allahﷻ:

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا
( Katakanlah, "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. ) (Yunus, 10:58)

Artinya, dengan adanya hidayah dan agama yang hak ini yang datang kepada mereka, hendaklah mereka bergembira, karena hal itu merupakan sesuatu yang lebih patut untuk mereka gembirakan.

هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
( Karunia dan rahmat Allah itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. ) (Yunus, 10:58)

Yakni lebih baik daripada harta benda duniawi dan semua perhiasannya yang pasti akan fana dan lenyap itu.

*Sehubungan dengan tafsir ayat ini, Ibnu Abu Hatim meriwayatkan sebuah asar berikut sanadnya dari Baqiyyah ibnul Walid, dari Safwan ibnu Amr; ia pernah mendengar Aifa' ibnu Abdul Kala'i mengatakan bahwa ketika datang harta Kharraj dari Irak kepada Khalifah Umar£, khalifah keluar bersama seorang maula (pelayan)nya. Kemudian Khalifah Umar menghitung-hitung ternak dari hasil Kharraj itu, dan ternyata jumlahnya jauh lebih banyak daripada apa yang diperkirakannya. Maka Umar£ berkata, "Segala puji bagi Allah. Sedangkan maulanya mengatakan. "Ini. demi Allah, berkat karunia dan rahmat Allah.' Maka Khalifah Umar memotongnya, "Kamu dusta, ini bukanlah yang dimaksudkan oleh firman-Nya: ( Katakanlah, "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya. ) (Yunus, 10:58), hingga akhir ayat. Dan semua harta ini berasal dari apa yang mereka kumpulkan.

*Al-Hafiz Abu Qasim At-Tabrani telah menyebutkan sanadnya dengan lengkap. Maka ia meriwayatkannya dari Abu Dzar'ah Ad-Dimasyqi, dari Haiwah ibnu Syuraih, dari Baqiyyah, kemudian ia menuturkan asar ini.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar