بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ ﴿٥٨﴾
fa ja'alahum jużāżan illā kabīral lahum la'allahum ilaihi yarji'ụn
Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
Tafsir Surah Al-Anbiya Ayat: 58
Firman Allahﷻ:
فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا
( Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong. ) (Al-Anbiya, 21:58)
Yakni hancur berkeping-keping dipecahkan oleh Nabi Ibrahim, kecuali berhala yang paling besar. Di dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِيْنِ
( Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulinya dengan tangan kanannya (dengan kuat). ) (Ash-Shaffat, 37:93)
Adapun firman Allahﷻ:
لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ
( agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. ) (Al-Anbiya, 21:58)
*Menurut suatu kisah, Ibrahim meletakkan kapak di tangan berhala yang terbesar, untuk memberikan gambaran kepada mereka bahwa berhala yang terbesarlah yang memecahkan berhala-berhala lainnya. Karena mereka tidak mau menyembahnya, maka ia memecahkan semua berhala kecil yang membangkang kepadanya.