بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتٰىهُ اٰتِنَا غَدَاۤءَنَاۖ لَقَدْ لَقِيْنَا مِنْ سَفَرِنَا هٰذَا نَصَبًا ﴿٦٢﴾
fa lammā jāwazā qāla lifatāhu ātinā gadā`anā laqad laqīnā min safarinā hāżā naṣabā
Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”
Tafsir Surah Al-Kahf Ayat: 62
Firman Allahﷻ:
فَلَمَّا جَاوَزَا
( Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh. ) (Al-Kahfi, 18:62)
Yaitu setelah keduanya melanjutkan perjalanannya cukup Jauh dari tempat mereka lalai akan ikannya. Dalam ayat ini disebutkan bahwa kelalaian ini dinisbatkan kepada keduanya, sekalipun pelakunya hanyalah Yusya' ibnu Nun (muridnya). Pengertiannya sama dengan apa yang terdapat di dalam firman Allahﷻ:
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
( Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. ) (Ar-Rahman, 55:22)
Yang menurut salah satu di antara dua pendapat mengenai takwilnya mengatakan, "Sesungguhnya mutiara dan marjan itu hanyalah keluar dari salah satu di antara dua lautan, yaitu yang airnya asin.
*Setelah berjalan cukup jauh dari tempat mereka lalai akan ikannya:
قَالَ لِفَتٰىهُ اٰتِنَا غَدَاۤءَنَا لَقَدْ لَقِيْنَا مِنْ سَفَرِنَا هٰذَا نَصَبًا
( Musa berkata kepada muridnya, "Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini. ) (Al-Kahfi, 18:62)
*NASHABAN, artinya letih. Musa mengatakan demikian setelah berjalan cukup jauh dari tempat keduanya melalaikan ikan perbekalannya.