بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۖ وَلَدَيْنَا كِتٰبٌ يَّنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ﴿٦٢﴾
wa lā nukallifu nafsan illā wus'ahā waladainā kitābuy yanṭiqu bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn
Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat: 62
*Allahﷻ menceritakan tentang keadilan dalam syariat-Nya terhadap hamba-hamba-Nya di dunia, bahwa Dia sama sekali tidak pernah membebankan kepada seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Yakni melainkan menurut apa yang kuat disanggah dan dikerjakannya. Dan bahwa kelak di hari kiamat Dia akan menghisab amal perbuatan mereka yang telah tercatat di dalam kitab catatan amal perbuatan mereka; tiada sesuatu pun dari amal perbuatan mereka yang tidak tercatat atau hilang. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
وَلَدَيْنَا كِتٰبٌ يَّنْطِقُ بِالْحَقِّ
( dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran. ) (Al-Mu'minun, 23:62)
Yaitu kitab catatan amal perbuatan.
وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
( dan mereka tidak dianiaya. ) (Al-Mu'minun, 23:62)
Maksudnya, tidak dirugikan barang sedikit pun dari kebaikannya. Adapun amal buruknya, maka Allah banyak memaaf dan mengampuninya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.