Tafsir Al-Qur'an Surah Al-A’raf Ayat 64

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-A’raf Ayat 64

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


فَكَذَّبُوْهُ فَاَنْجَيْنٰهُ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗ فِى الْفُلْكِ وَاَغْرَقْنَا الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا عَمِيْنَ ﴿٦٤

fa każżabụhu fa anjaināhu wallażīna ma'ahụ fil-fulki wa agraqnallażīna każżabụ bi`āyātinā, innahum kānụ qauman 'amīn

Maka mereka mendustakannya (Nuh). Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-A’raf Ayat: 64
Ayat berikutnya diceritakan oleh Allahﷻ:

فَكَذَّبُوْهُ
( Maka mereka mendustakan Nuh. ) (Al-A'raf, 7:64)

Yakni mereka berlarut-larut dalam mendustakan Nuh dan menentangnya, dan tidak ada yang beriman dari kalangan kaumnya kecuali hanya sedikit orang. Sebagaimana yang disebutkan di bagian lain dari Al-Qur'an.

*******
Firman Allahﷻ:

فَاَنْجَيْنٰهُ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗ فِى الْفُلْكِ
( kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera. ) (Al-A'raf, 7:64)

*AL-FULK artinya kapal laut atau bahtera. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَصْحٰبَ السَّفِيْنَةِ
( Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu. ) (Al-Ankabut, 29:15)

Adapun firman Allahﷻ:

وَاَغْرَقْنَا الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا
( dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. ) (Al-A'raf, 7:64)

Ayat ini semakna dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

مِمَّا خَطِيْۤـٰٔتِهِمْ اُغْرِقُوْا فَاُدْخِلُوْا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوْا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْصَارًا
( Disebabkan kesalahan-kesalahati mereka, mereka ditenggelamkan, lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. ) (Nuh, 71:25)

*******
Firman Allahﷻ:

اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا عَمِيْنَ
( Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). ) (Al-A'raf, 7:64)

Yakni buta terhadap perkara yang hak, mereka tidak dapat melihatnya dan tidak dapat beroleh petunjuk ke arahnya. Dalam kisah ini Allah menjelaskan bahwa Dia akan membela kekasih-kekasih-Nya dari musuh-musuh mereka, menyelamatkan rasul-Nya serta orang-orang yang beriman, dan membinasakan musuh-musuh mereka dari kalangan orang-orang kafir. Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

اِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا
( Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami. ) (Ghafir, 40:51), hingga akhir ayat.

*Demikianlah Sunnatullah untuk hamba-hamba-Nya di dunia dan akhirat, yaitu bahwa pada akhirnya akibat yang terpuji hanyalah diraih oleh orang-orang yang bertakwa, dan keberuntungan serta kemenangan hanya diperoleh mereka. Allahﷻ telah membinasakan kaum Nuh dengan menenggelamkan mereka dan menyelamatkan Nuh beserta sahabat-sahabatnya yang beriman.

*Malik meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam bahwa kaum Nabi Nuh karena banyaknya sehingga jumlah mereka memenuhi lembah-lembah dan dataran-dataran tinggi.

*Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, "Tidaklah Allah mengazab kaum Nabi Nuh melainkan di saat bumi penuh dengan mereka, dan tidak ada suatu daerah pun dari bumi melainkan padanya terdapat seorang raja dan pendurhaka.

*Ibnu Wahb mengatakan, "Telah sampai kepadaku berita dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa orang-orang yang selamat bersama Nabi Nuh di dalam bahtera adalah delapan puluh laki-laki, salah seorang dari mereka adalah bangsa Jurhum yang berbicara memakai bahasa Arab.

*Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. Dari jalur lain Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula secara muttasil sampai kepada Ibnu Abbas£.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar