بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
بَلِ ادّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى الْاٰخِرَةِۗ بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْهَاۗ بَلْ هُمْ مِّنْهَا عَمُوْنَ ﴿٦٦﴾
baliddāraka 'ilmuhum fil-ākhirah, bal hum fī syakkim min-hā, bal hum min-hā 'amụn
Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya (akhirat itu). Bahkan mereka buta tentang itu.
Tafsir Surah An-Naml Ayat: 66
Firman Allahﷻ:
بَلِ ادّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْهَا
( Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana), malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu. ) (Al-Naml, 27:66)
Artinya, pengetahuan mereka tidak mampu dan lemah untuk mengetahui waktu terjadinya hari kiamat.
Sebagian ulama ada yang membacanya
بَلْ أَدْرَكَ عِلْمُهُمْ
yang artinya pengetahuan mereka sama tidak tahunya mengenai hal tersebut.
*Seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih Muslim, bahwa Rasulullahﷺ dalam jawabannya terhadap Malaikat Jibril yang menanyakan kepadanya tentang waktu hari kiamat mengatakan:
مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِاَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ
( "Tiadalah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya. )
Yakni keduanya sama-sama tidak mengetahui kapan hari kiamat terjadi, baik orang yang ditanya maupun si penanyanya.
*Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). ) (An-Naml, 27:66) Yaitu tidak dapat menjangkau, karena perkara terjadinya hari kiamat adalah hal yang gaib.
*Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). ) (An-Naml, 27:66) Karena ketidaktahuan mereka terhadap Tuhannya, maka pengetahuan mereka tidak dapat menembus tentang hari akhirat (kiamat); ini merupakan pendapat yang lain.
*Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ata Al-Khurrasani dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). ) (An-Naml, 27:66) Yakni di saat pengetahuan tidak ada manfaatnya lagi.
*Hal yang sama dikatakan oleh Ata Al-Khurrasani dan As-Saddi, bahwa pengetahuan mereka baru dapat terbuka kelak pada hari kiamat di saat tidak ada manfaatnya lagi bagi mereka hal tersebut. Seperti yang disebutkan oleh Allahﷻ dalam firman-Nya:
اَسْمِعْ بِهِمْ وَاَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُوْنَنَا لٰكِنِ الظّٰلِمُوْنَ الْيَوْمَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
( Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata. ) (Maryam, 19:38)
*Sufyan telah meriwayatkan dari Amr ibnu Ubaid, dari Al-Hasan, bahwa ia pernah membaca firman-Nya: ( Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). ) (An-Naml, 27:66) Lalu ia mengatakan bahwa pengetahuan mereka di dunia pudar ketika mereka menyaksikan hari akhirat (kiamat).
*******
Firman Allahﷻ:
بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْهَا
( malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu. ) (An-Naml, 27:66)
*Damir ini kembali kepada isim jenis, yang dimaksud ialah orang-orang kafir, sama seperti yang terdapat di dalam firman-Nya:
وَعُرِضُوْا عَلٰى رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُوْنَا كَمَا خَلَقْنٰكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۢ بَلْ زَعَمْتُمْ اَلَّنْ نَّجْعَلَ لَكُمْ مَّوْعِدًا
( Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian. ) (Al-Kahfi, 18:48)
Yaitu orang-orang yang kafir dari kalangan kalian.
*Hal yang sama disebutkan pula dalam ayat ini:
بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْهَا
( malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu. ) (An-Naml, 27:66)
Mereka meragukan keberadaan dan kejadiannya.
بَلْ هُمْ مِّنْهَا عَمُوْنَ
( lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya. ) (An-Naml, 27:66)
Yakni dalam kebutaan dan ketidaktahuan yang parah tentang hari kiamat dan keadaannya.