بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
لِيَكْفُرُوْا بِمَآ اٰتَيْنٰهُمْۙ وَلِيَتَمَتَّعُوْاۗ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ ﴿٦٦﴾
liyakfurụ bimā ātaināhum wa liyatamatta'ụ, fa saufa ya'lamụn
biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silakan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
Tafsir Surah Al-`Ankabut Ayat: 66
Firman Allahﷻ:
لِيَكْفُرُوْا بِمَآ اٰتَيْنٰهُمْ وَلِيَتَمَتَّعُوْا
( agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). ) (Al-'Ankabut, 29:66)
*Huruf lam yang ada pada lafaz LIYAKFURŪ ini menurut pendapat kebanyakan ulama bahasa Arab dan tafsir serta juga ulama usul menyebutnya dengan istilah lamul 'aqibah (sehingga artinya menjadi yang berakibat mereka mengingkari nikmat Allah dan hidup bersenang-senang dalam kekafirannya'). Karena mereka tidak bermaksud demikian pada mulanya, dan tidak diragukan lagi makna ini memang benar bila dipandang dari sudut mereka. Tetapi bila dipandang dari sudut takdir Allah atas diri mereka dan kepastian-Nya yang telah menentukan mereka demikian, maka tidak diragukan lagi lam di sini bermakna ta'lil. Penjelasan mengenai hal ini telah kami sebutkan sebelumnya dalam firman Allahﷻ:
لِيَكُوْنَ لَهُمْ عَدُوًّا وَّحَزَنًا
( yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. ) (Al-Qashash, 28:8)