Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hajj Ayat 67

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hajj Ayat 67

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


لِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوْهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِى الْاَمْرِ وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَۗ اِنَّكَ لَعَلٰى هُدًى مُّسْتَقِيْمٍ ﴿٦٧

likulli ummatin ja'alnā mansakan hum nāsikụhu fa lā yunāzi'unnaka fil-amri wad'u ilā rabbik, innaka la'alā hudam mustaqīm

Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Hajj Ayat: 67
*Allahﷻ memberitahukan bahwa Dia telah menetapkan syariat tertentu bagi tiap-tiap umat. Ibnu Jarir mengatakan, bagi umat tiap-tiap nabi ditetapkan syariat tertentu.

*Ibnu Jarir mengatakan bahwa asal kata mansak menurut istilah bahasa artinya tempat yang biasa didatangi oleh manusia yang ia selalu bolak-balik kepadanya, adakalanya untuk tujuan baik atau tujuan buruk. Karena itulah manasik haji dinamakan dengan memakai kata ini, mengingat banyak manusia yang berdatangan kepadanya dan bermukim padanya.

*Jika makna ayat ini seperti yang dikatakan oleh Ibnu Jarir -yaitu bahwa bagi umat tiap-tiap nabi Kami ditetapkan syariat tertentu- berarti makna yang dimaksud oleh firman-Nya:

فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِى الْاَمْرِ
( maka janganlah mereka sekali-kali membantah kamu dalam urusan (syariat) ini. ) (Al-Hajj, 22:67) ditujukan kepada orang-orang musyrik. Dan jika makna yang dimaksud ialah bagi tiap-tiap umat Kami tetapkan syariat tertentu dengan ketetapan secara takdir, berarti maknanya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

لِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا
( Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. ) (Al-Baqarah, 2:148)

*Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

هُمْ نَاسِكُوْهُ
( yang mereka lakukan. ) (Al-Hajj, 22:67)

*Damir hum yang ada dalam ayat ini kembali kepada mereka yang mempunyai syariat-syariat dan tuntunan-tuntunan lain. Dengan kata lain, mereka melakukan hal itu hanyalah berdasarkan takdir Allah dan kehendak-Nya. Maka jangan kamu terpengaruh oleh sikap mereka yang menentang kamu, jangan pula hal itu memalingkan kamu dari kebenaran yang kamu sampaikan. Maka dari itu, dalam firman selanjutnya disebutkan:

وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَ اِنَّكَ لَعَلٰى هُدًى مُّسْتَقِيْمٍ
( dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. ) (Al-Hajj, 22:67)

Yakni jalan yang jelas lagi lurus menghantarkan kepada tujuan. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ بَعْدَ اِذْ اُنْزِلَتْ اِلَيْكَ وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَ
( Dan jangan sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu. ) (Al-Qashash, 28:87)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar