Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun Ayat 71

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun Ayat 71

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ اَهْوَاۤءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ ۗ ﴿٧١

wa lawittaba'al-ḥaqqu ahwā`ahum lafasadatis-samāwātu wal-arḍu wa man fīhinn, bal ataināhum biżikrihim fa hum 'an żikrihim mu'riḍụn

Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat: 71
Firman Allahﷻ:

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ اَهْوَاۤءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ
( Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya. ) (Al-Mu'minun, 23:71)

*Mujahid dan Abu Saleh serta As-Saddi mengatakan, yang dimaksud dengan AL-HAQ ialah Allahﷻ

*Dan makna yang dimaksud ialah bahwa sekiranya Allah menuruti kemauan hawa nafsu mereka dan mensyariatkan peraturan hukum sesuai dengan keinginan mereka.

لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ
( pasti binasalah langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya ) (Al-Mu'minun, 23:71)

Yakni binasa karena hawa nafsu mereka dan keinginan mereka yang berbeda-beda, seperti yang diceritakan oleh Allahﷻ dalam firman-Nya menyitir kata-kata mereka:

لَوْلَا نُزِّلَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ عَلٰى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيْمٍ
( Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini. ) (Az-Zukhruf, 43:31)

*Kemudian dijawab oleh Allahﷻ melalui firman selanjutnya:

اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَ
( Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? ) (Az-Zukhruf, 43:32)

Dan firman Allahﷻ:

قُلْ لَّوْ اَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَاۤىِٕنَ رَحْمَةِ رَبِّيْٓ اِذًا لَّاˆمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِنْفَاقِ
( Katakanlah, "Kalau seandainya kalian menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kalian tahan karena takut membelanjakannya. ) (Al-Isra, 17:100), hingga akhir ayat.

اَمْ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَاِذًا لَّا يُؤْتُوْنَ النَّاسَ نَقِيْرًا
( Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (Kebajikan) kepada manusia. ) (An-Nisa, 4:53)

*Dalam hal ini jelas terkandung pengertian yang menerangkan tentang ketidakmampuan manusia, perbedaan pendapat, dan keinginan hawa nafsu mereka. Dan bahwa hanya Allah sajalah Yang Mahasempurna dalam semua sifat, ucapan, perbuatan, syariat, takdir, dan pengaturan terhadap makhluk-Nya. Mahasuci Allah, tiada Tuhan selain Dia dan tiada Rabb selain Dia. Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ
( Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka. ) (Al-Mu'minun, 23:71)

*Yang dimaksud dengan kebanggaan mereka adalah Al-Qur'an.

فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
( tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. ) (Al-Mu'minun, 23:71)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar