Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Waqi’ah Ayat 75

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Waqi’ah Ayat 75

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ ﴿٧٥

fa lā uqsimu bimawāqi'in-nujụm

Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Waqi’ah Ayat: 75
*Juwaibir telah meriwayatkan dari Ad-Dahhak, bahwa sesungguhnya Allahﷻ tidak sekali-kali bersumpah dengan menyebut nama sesuatu dari makhluk-Nya, melainkan hal ini hanyalah sebagai pembukaan belaka yang digunakan oleh-Nya untuk membuka kalam-Nya. Tetapi pendapat ini lemah, dan yang dikatakan oleh jumhur ulama menyebutkan bahwa ungkapan ini memang sumpah dari Allahﷻ Dia bersumpah dengan menyebut nama apa pun yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya, yang hal ini menunjukkan kebesaran dari nama makhluk yang disebu.t-Nya.

*Kemudian sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa huruf la di sini merupakan zaidah. Maka makna yang dimaksud ialah "Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui Sa'id ibnu Jubair, dan yang menjadi objek sumpah ialah firman-Nya: ( sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia. ) (Al-Waqi'ah, 56:77)

*Ulama lainnya mengatakan bahwa la di sini bukanlah zaidah yang tidak bermakna, bahkan ia didatangkan pada permulaan qasam (sumpah), apabila objek sumpahnya dinafikan, seperti perkataan Siti Aisyah¥..Tidak, demi Allah, tangan Rasulullahﷺ sama sekali belum pernah menyentuh tangan wanita lain. Maka demikian pula halnya di sini, yang berarti bentuk lengkapnya ialah "Tidak, Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang, duduk perkaranya tidaklah seperti dugaan mereka terhadap Al-Qur'an, bahwa Al-Qur'an itu sihir atau tenung, bahkan Al-Qur'an ini adalah bacaan yang mulia.

*Ibnu Jarir mengatakan bahwa sebagian ulama bahasa Arab mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: ( Maka Aku bersumpah. ) (Al-Waqi'ah, 56:75) Bahwa urusan ini tidaklah seperti apa yang kalian katakan, kemudian sesudah itu dimulai lagi sumpah, lalu diucapkan Aku bersumpah.

*Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna firman-Nya: ( tempat beredarnya bintang-bintang. ) (Al-Waqi'ah, 56:75) Menurut Hakim ibnu Jubair, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, makna yang dimaksud ialah angsuran turunnya Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan sekaligus di malam Lailatul Qadar dari langit yang tertinggi ke langit yang paling dekat, kemudian baru diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur selama bertahun-tahun. Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat ini.

*Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari sisi Allah -yaitu Lauh Mahfuz- kepada para malaikat pencatat yang mulia di langit yang terdekat. Lalu para malaikat juru tulis menyampaikannya kepada Malaikat Jibril secara berangsur-angsur dalam dua puluh malam, lalu Malaikat Jibril menurunkannya kepada Muhammadﷺ secara berangsur-angsur pula selama dua puluh tahun. Hal inilah yang dimaksud olah firman-Nya: ( Maka Aku bersumpah dengan penurunan Al-Qur'an secara berangsur-angsur. ) (Al-Waqi'ah, 56:75)

*Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, As-Saddi, dan Abu Hirzah.

*Mujahid mengatakan pula bahwa yang dimaksud dengan mawaqi'in nujum ialah tempat beredarnya bintang-bintang di langit. Dikatakan bahwa mawaqi' ialah tempat terbitnya bintang-bintang. Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah, Al-Hasan, dan inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

*Diriwayatkan dari Qatadah bahwa makna yang dimaksud ialah tempat beredarnya bintang-bintang.

*Diriwayatkan pula dari Al-Hasan, bahwa makna yang dimaksud ialah berhamburannya bintang-bintang kelak di hari kiamat.

*Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: ( Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. ) (Al-Waqi'ah, 56:75) Yakni bintang-bintang yang dikatakan oleh orang-orang Jahiliah apabila mereka diberi hujan, mereka mengatakan, "Kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar