بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ ﴿٨٣﴾
falau lā iżā balagatil-ḥulqụm
Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
Tafsir Surah Al-Waqi’ah Ayat: 83
Firman Allahﷻ:
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ
( Maka mengapa ketika sampai. ) (Al-W'aqi'ah, 56:83)
Yakni nyawa atau roh.
الْحُلْقُوْمَ
( di kerongkongan. ) (Al-Waqi'ah, 56:83)
Maksudnya, tenggorokan. Hal ini terjadi di saat seseorang mengalami ihtidar (sekarat)nya, semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ. وَقِيْلَ مَنْ رَاقٍ. وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ. اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ
( Sekali-kali jangan. Apabila napas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya), Siapakah yang dapat menyembuhkan? Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu digiring. ) (Al-Qiyamah, 75:26 sampai 75:30)