بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ ﴿٨٤﴾
waj'al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
Tafsir Surah Asy-Syu`ara` Ayat: 84
Firman Allahﷻ:
وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ
( dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. ) (Asy-Syu'ara', 26:84)
Yakni jadikanlah aku seorang yang menjadi buah tutur yang baik sesudahku yang selalu diingat dan dianuti dalam kebaikan. Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
( Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. ) (As-Shaffat, 37:108 sampai 37:110)
*Mujahid dan Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. ) (Asy-Syu'ara', 26:84) Yaitu sanjungan yang baik. Mujahid mengatakan bahwa semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: ( Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. ) (An-NahI, 16:122), hingga akhir ayat. Dan firman Allahﷻ lainnya, yaitu: ( Dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia. ) (Al-'Ankabut, 29:27), hingga akhir ayat.
*Lais ibnu Abu Sulaim mengatakan bahwa semua agama mencintainya dan memihaknya. Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah.