Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’min Ayat 84

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’min Ayat 84

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


فَلَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَاۗ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ ﴿٨٤

fa lammā ra`au ba`sanā, qālū āmannā billāhi waḥdahụ wa kafarnā bimā kunnā bihī musyrikīn

Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.”


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Mu’min Ayat: 84
( 84-85. ) Firman Allahﷻ

فَلَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا
( Maka tatkala mereka melihat azab Kami. ) (Ghafir, 40:84)

Yaitu di saat mereka menyaksikan terjadinya azab atas diri mereka dengan mata kepala mereka sendiri.

قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ
( mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah. ) (Ghafir, 40:84)

*Pada saat itulah mereka mengesakan Allahﷻ dan kafir kepada berhala-berhala, tetapi hal itu terjadinya sesudah nasi menjadi bubur dan tiada gunanya lagi alasan dan permintaan maaf. Seperti yang dikatakan oleh Fir'aun pada saat ia ditenggelamkan, yaitu:

اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْٓ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْٓا اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَنَا۠ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
( "Saya percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). ) (Yunus, 10:90)

*Maka dijawab oleh Allahﷻ melalui firman-Nya:

اٰۤلْـٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
( "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. ) (Yunus, 10:91)

Yakni Allah tidak menerima imannya karena dia telah dikutuk oleh Musa saat Musa memohon kepada Allahﷻ, dan permohonannya diperkenankan, yaitu:

وَاشْدُدْ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
( dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih. ) (Yunus, 10:88)

*Hal yang sama dikatakan oleh Allahﷻ melalui firman-Nya dalam surat ini, yaitu:

فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ اِيْمَانُهُمْ لَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا سُنَّتَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ فِيْ عِبَادِهِ
( Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. ) (Ghafir, 40:85)

*Demikianlah hukum Allah terhadap orang yang bertobat kepada-Nya di saat ia menyaksikan azab. Yaitu bahwa Allah tidak mau menerima tobatnya. Karena itulah disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

إِنَّ اللّٰهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
( Sesungguhnya Allahﷻ senantiasa menerima tobat hamba-(Nya) selama dia belum sekarat. )

Yakni apabila ia sekarat dan rohnya sampai di tenggorokan dan malaikat maut telah dilihatnya, maka pintu tobat sudah tertutup baginya saat itu. Karenanya disebutkanlah oleh firman-Nya:

وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكٰفِرُوْنَ
( Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. ) (Ghafir, 40:85)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar