Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun Ayat 88

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun Ayat 88

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


قُلْ مَنْۢ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ يُجِيْرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ﴿٨٨

qul mam biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa huwa yujīru wa lā yujāru 'alaihi ing kuntum ta'lamụn

Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya), jika kamu mengetahui?”


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat: 88
Firman Allahﷻ:

قُلْ مَنْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ
( Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu. ) (Al-Mu'minun, 23:88)

Maksudnya, siapakah yang memiliki semua kerajaan ini.

مَا مِنْ دَاۤبَّةٍ اِلَّا هُوَ اٰخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا
( Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. ) (Hud, 11:56) Yakni yang menguasainya.

*Rasulullahﷺ pun sering mengatakan dalam sabdanya:

لَا وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهٖ
( "Tidak, demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan (Kekuasaan)-Nya. )

Dan apabila Nabiﷺ bersungguh-sungguh dalam sumpahnya, beliau mengucapkan:

لَا وَمُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ
( "Tidak, demi (Tuhan) Yang membolak-balikkan hati. )

*Allahﷻ adalah Yang Maha Pencipta, Yang Maha Memiliki (Menguasai), Yang Maha Mengatur.

وَهُوَ يُجِيْرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
( sedangkan Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kalian mengetahui. ) (Al-Mu'minun, 23:88)

*Dahulu di kalangan orang-orang Arab apabila seseorang dari pemimpin mereka memberikan suaka kepada seseorang, maka orang itu berada dalam lindungannya, tidak boleh ada seseorang yang melanggar perlindungannya dari kalangan kabilahnya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: ( sedangkan Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya. ) (Al-Mu'minun, 23:88) Yakni Dia adalah Tuhan Yang Mahabesar, tiada yang lebih besar daripada-Nya. Milik-Nyalah semua makhluk dan perintah, tiada yang mempertanyakan tentang keputusan-Nya yang tidak dapat dicegah dan tidak dapat ditentang. Apa yang Dia kehendaki, pasti ada; dan apa yang tidak Dia kehendaki, pasti tidak ada. Allahﷻ telah berfirman:

لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُوْنَ
( Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. ) (Al-Anbiya, 21:23)

Artinya, tiada yang dapat menanyai apa yang diperbuat-Nya karena Keagungan, Kebesaran, Keperkasaan, Kemuliaan, Hikmah, dan Keadilan-Nya, sedangkan semua makhluk akan ditanyai tentang amal perbuatan mereka. Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

فَوَرَبِّكَ لَنَسْـَٔلَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
( Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. ) (Al-Hijr, 15:92-15:93)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar