Tafsir Al-Qur'an Surah As-Saffat Ayat 88

Tafsir Al-Qur'an Surah As-Saffat Ayat 88

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ ﴿٨٨

fa naẓara naẓratan fin-nujụm

Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah As-Saffat Ayat: 88
*( 88-91. ) Sesungguhnya Ibrahim mengatakan demikian kepada kaumnya hanyalah agar ia tetap berada di kota itu apabila kaumnya pergi ke tempat perayaan mereka. Karena sesungguhnya saat itu mereka hampir saja berangkat menuju tempat perayaan mereka, maka Ibrahim menginginkan agar ia dapat menyendiri dengan sembahan-sembahan mereka dengan niat akan menghancurkan berhala-berhala itu. Untuk itu Ibrahim mengatakan kepada mereka suatu alasan yang pada hakikatnya benar, tetapi mereka mengira bahwa Ibrahim benar-benar sedang sakit.

فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
( Lalu mereka berpaling darinya dengan membelakanginya. ) (Ash-Shaffat, 37:90)

*Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap orang yang sedang memandang ke arah langit itu adalah orang yang sedang berfikir atau merenungkan sesuatu. Yang dimaksud oleh Qatadah ialah bahwa Nabi Ibrahim saat itu mengarahkan pandangannya ke langit untuk mengalihkan perhatian mereka terhadap dirinya. Lalu ia berkata, sebagaimana yang disitir oleh firman Allahﷻ:

اِنِّيْ سَقِيْمٌ
( Sesungguhnya aku sakit. ) (Ash-Shaffat, 37:89)

Yakni lemah.

*Adapun hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir sehubungan dengan makna ayat ini, yaitu, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepadaku Hisyam, dari Muhammad, dari Abu Hurairah£, bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:

لَمْ يَكْذِبْ اِبْرَاهِيْمُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ غَيْرَ ثَلَاثِ كَذْبَاتٍ: ثِنْتَيْنِ فِيْ ذَاتِ اللّٰهِ قَوْلُهٗ اِنِّيْ سَقِيْمٌ وَقَوْلُهٗ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيرُهُمْ هٰذَا الْاَنْبِيَاءِ. وَقَوْلُهٗ فِيْ سَارَةَ: هِيَ اُخْتِيْ
( Ibrahim tidak pernah berdusta kecuali dalam tiga perkara; dua di antaranya dalam membela Zat Allah, yaitu ucapannya, "Sesungguhnya aku sakit, dan perkataannya, "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya. Dan perkataannya tentang Sarah, "Dia adalah saudara perempuanku. )

*Hadis ini diketengahkan di dalam kitab-kitab sahih dan kitab-kitab sunah melalui berbagai jalur. Akan tetapi, hal ini bukan termasuk dusta murni yang dicela oleh syariat pelakunya. Tidaklah demikian pada hakikatnya melainkan disebut sebagai dusta dengan ungkapan majaz. Dan sesungguhnya hal itu hanyalah termasuk kata-kata sindiran untuk tujuan yang diperbolehkan oleh syariat dan agama, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

اِنَّ فِى الْمَعَارِيْضِ لَمَنْدُوْحَةً عَنِ الْكَذِبِ
( "Sesungguhnya di dalam ungkapan-ungkapan sindiran benar-benar terdapat jalan untuk mengelak dari berkata dusta. )

*Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad'an, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id£ yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda sehubungan dengan ketiga ucapan Nabi Ibrahim£ yang dikatakannya, bahwa tiada suatu kalimat pun darinya melainkan diutarakan untuk membela agama Allah. Pertama yang disebutkan oleh firman-Nya: ( Kemudian ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit. ) (Ash-Shaffat, 37:89) Dan yang kedua disebutkan oleh firman-Nya: ( "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya. ) (Al-Anbiya, 21:63) Dan Ibrahim berkata kepada raja yang menginginkan istrinya, Dia adalah saudara perempuanku.

*Sufyan mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Sesungguhnya aku sakit. ) (Ash-Shaffat, 37:89) Yakni terkena penyakit ta'un. Ia mengatakan demikian karena kaumnya takut terhadap penderita ta'un, takut ketularan, karena itu mereka lari meninggalkannya sendirian. Dengan demikian, maka tercapailah keinginan Ibrahim yang menginginkan agar menyendiri bersama berhala-berhala mereka.

*Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas£ sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang. Kemudian berkata, "Sesungguhnya aku sakit. ) (Ash-Shaffat, 37:88-37:89) Maka mereka berkata kepadanya yang saat itu sedang berada di tempat peribadatan mereka yang dipenuhi oleh berhala-berhala sembahan mereka, Keluarlah kamu. Lalu Nabi Ibrahim menjawab, Sesungguhnya aku terkena penyakit ta'un. Akhirnya mereka meninggalkannya karena takut ketularan penyakit ta'un.

*Qatadah telah meriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab, bahwa Ibrahim melihat bintang-bintang terbit di langit, lalu ia berkata: ( Sesungguhnya aku sakit. ) (Ash-Shaffat, 37:89) Nabi Ibrahim bermaksud membela agama Allah, untuk itu ia mengatakan hal tersebut, bahwa ia sedang sakit.

*Ulama lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Kemudian ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit. ) (Ash-Shaffat, 37:89) dinisbatkan kepada masa mendatang, yakni sakit yang menyebabkan kematian.

*Menurut pendapat yang lainnya, sakit di sini adalah sakit hati karena melihat kaumnya menyembah berhala selain Allahﷻ

*Al-Hasan Al-Basri mengatakan, bahwa kaum Nabi Ibrahim keluar menuju tempat perayaan mereka, dan mereka menginginkan agar Ibrahim pun ikut keluar bersama mereka. Tetapi Nabi Ibrahim merebahkan dirinya dan berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya: ( Sesungguhnya aku sakit. ) (Ash-Shaffat, 37:89) Lalu ia menatapkan pandangannya ke arah langit; setelah mereka (kaumnya) keluar, maka Ibrahim bangkit menuju kepada berhala-berhala sembahan mereka, lalu menghancurkannya. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

*Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
( Lalu mereka berpaling darinya dengan membelakanginya. ) (Ash-Shaffat, 37:90)

*Sesudah mereka keluar, maka dengan cepat dan sembunyi-sembunyi Ibrahim menuju tempat berhala-berhala mereka.

فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَ
( lalu ia berkata, Apakah kamu tidak makan? ) (Ash-Shaffat, 37:91)

*Demikian itu karena mereka telah meletakkan di hadapan berhala-berhala itu makanan dan kurban dengan tujuan ingin dapat berkah dari berhala-berhala itu.

*As-Saddi mengatakan bahwa Nabi Ibrahim memasuki tempat berhala-berhala mereka, dan ternyata ia menjumpai berhala-berhala itu diletakkan di dalam sebuah ruangan besar. Dan berhadapan dengan pintu ruangan itu terdapat berhala yang besar, di sampingnya terdapat pula berhala yang lebih kecil daripadanya, kemudian di sampingnya lagi ada berhala lainnya yang lebih kecil daripada berhala yang kedua, demikianlah seterusnya sampai pada pintu ruangan tersebut. Dan ternyata mereka telah meletakkan makanan di tangan berhala-berhala itu. Tujuan mereka ialah bila mereka kembali dari tempat perayaannya, berarti sembahan-sembahan mereka telah memberkati makanan tersebut, lalu baru mereka memakannya.

*Ketika Nabi Ibrahim menyaksikan pemandangan tersebut, yakni di tangan berhala-berhala itu diletakkan berbagai macam makanan, maka berkatalah Nabi Ibrahim:

اَلَا تَأْكُلُوْنَ. مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
( Apakah kamu tidak makan? Mengapa kamu tidak menjawab? )(Ash-Shaffat, 37:91-37:92)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar