بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ السَّيِّئَةَۗ نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَصِفُوْنَ ﴿٩٦﴾
idfa' billatī hiya aḥsanus-sayyi`ah, naḥnu a'lamu bimā yaṣifụn
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah).
Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat: 96
*Kemudian Allahﷻ memberikan petunjuk kepada Nabiﷺ tentang cara yang paling efektif dan metode yang sukses dalam bermasyarakat, yaitu berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk terhadap dirinya agar hatinya terpikat dan simpati, sehingga permusuhannya berganti menjadi persahabatan, dan kemarahannya berganti menjadi simpati. Untuk itu Allahﷻ berfirman:
اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ السَّيِّئَةَ
( Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. ) (Al-Mu'minun, 23:96)
Hal ini sama dengan apa yang diungkapkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ. وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا
( Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar. ) (Fushshilat, 41:34-41:35), hingga akhir ayat.
Yakni tiada orang yang dianugerahi pekerti atau sifat ini, ( melainkan hanya kepada orang-orang yang sabar. ) (Fushshilat, 41:35) dalam menghadapi gangguan manusia; mereka membalas manusia dengan kebaikan, sekalipun manusia memperlakukan mereka dengan perlakuan yang buruk ( dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar ). (Fushshilat, 41:35) Maksudnya, keberuntungan di dunia dan di akhirat.