مسند أحمد ٩١٠٥: حَدَّثَنَا غَسَّانُ بْنُ الرَّبِيعِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي وَأَمَتِي وَلَا يَقُولَنَّ الْمَمْلُوكُ رَبِّي وَرَبَّتِي لِيَقُلْ الْمَالِكُ فَتَايَ وَفَتَاتِي وَلْيَقُلْ الْمَمْلُوكُ سَيِّدِي وَسَيِّدَتِي فَإِنَّهُمْ الْمَمْلُوكُونَ وَالرَّبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Musnad Ahmad 9105: Telah menceritakan kepada kami Ghassan Ibnu Ar Rabi' berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan: 'Abdiy (hamba laki-lakiku) dan Amati (hamba perempuanku), dan janganlah sekali-kali seorang budak berkata (kepada majikannya): 'Rabbiy (tuhan laki-lakiku) dan Rabbatiy (tuhan perempuanku), akan tetapi seorang majikan hendaklah berkata: 'fataya (budak/pemudaku) dan Fatatiy (budak/pemudiku), ' dan seorang budak hendaklah berkata: 'Sayyidiy (tuan lelakiku) dan Sayyidatiy (tuan wanitaku), karena sesungguhnya mereka semua adalah budak yang dikuasai, sedangkan Ar Rabb adalah Allah 'azza wajalla."
Musnad Ahmad Nomer 9105