مسند أحمد ٧٩٤٨: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَعْطَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مِنْ تَمْرٍ فَجَعَلْتُهُ فِي مِكْتَلٍ لَنَا فَعَلَّقْنَاهُ فِي سَقْفِ الْبَيْتِ فَلَمْ نَزَلْ نَأْكُلُ مِنْهُ حَتَّى كَانَ آخِرُهُ أَصَابَهُ أَهْلُ الشَّامِ حَيْثُ أَغَارُوا عَلَى الْمَدِينَةِ
Musnad Ahmad 7948: Telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir telah menceritakan kepada kami Isma'il -yaitu Ibnu Muslim- dari Abu Al Mutawakkil dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memberiku sedikit kurma, lalu aku menyimpannya dalam sebuah keranjang dan mengikatnya pada atap rumah, dan kami selalu memakannya, bahkan hingga yang paling akhir darinya masih bisa ditemukan orang-orang Syam ketika mereka menyerang madinah."
Musnad Ahmad Nomer 7948