مسند أحمد ٩٠٠٩: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ الضَّبِّيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو زُرْعَةَ بْنُ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ قَالَ أَنْ تَتَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَلَا تَمَهَّلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ
Musnad Ahmad 9009: Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad berkata: telah menceritakan kepada kami Umarah bin Al Qa'qa' bin Syubrumah Adh Dhabbi berkata: telah mengabarkan kepada kami Abu Zur'ah bin 'Amru bin Jarir berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya: "Wahai Rasulullah, sedekah bagaimanakah yang paling besar pahalanya?" beliau bersabda: " (Yaitu) ketika engkau dalam keadaan sehat dan pelit, engkau takut miskin dan berharap kaya, maka janganlah menunda-nunda sehingga nyawamu telah sampai di tenggorokan, kemudian kamu berkata: 'Untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian, padahal itu telah menjadi miliknya."
Musnad Ahmad Nomer 9009