Hadits Shahih Bukhari

البيوع

Kitab Jual Beli

من باع نخلا قد أبرت أو أرضا مزروعة أو بإجارة
Orang yang menjual pohon kurma yang telah matang buahnya,

صحيح البخاري ٢٠٥١: قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ و قَالَ لِي إِبْرَاهِيمُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي مُلَيْكَةَ يُخْبِرُ عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ أَيُّمَا نَخْلٍ بِيعَتْ قَدْ أُبِّرَتْ لَمْ يُذْكَرْ الثَّمَرُ فَالثَّمَرُ لِلَّذِي أَبَّرَهَا وَكَذَلِكَ الْعَبْدُ وَالْحَرْثُ سَمَّى لَهُ نَافِعٌ هَؤُلَاءِ الثَّلَاثَ

Shahih Bukhari 2051: Telah berkata: Abu 'Abdullah: Dan berkata kepadaku Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Hisyam telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata: Aku mendengar Ibnu Abi Mulaikah yang mengabarkan dari Nafi', maula Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma bahwa dia berkata: Pohon kurma mana saja yang telah dikawinkan lalu dijual namun tidak disebutkan sebagai buah (yang dijual) maka buahnya nanti menjadi hak orang yang mengawinkannya. Begitu juga budak dan kebun. Nafi' menamakannya sebagai tiga hal yang sama ketentuannya.

Shahih Bukhari Nomer 2051