سنن الدارقطني ١٣٩: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا شُعْبَةُ , عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا حَاجِبٍ , يُحَدِّثُ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عَمْرٍو , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " نَهَى أَنْ يُتَوَضَّأَ بِفَضْلِ وُضُوءِ الْمَرْأَةِ , أَوْ قَالَ: شَرَابِهَا ". قَالَ شُعْبَةُ: وَأَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا حَاجِبٍ , يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَوَضَّأَ بِفَضْلِ وُضُوءِ الْمَرْأَةِ. أَبُو حَاجِبٍ اسْمُهُ سَوَادَةُ بْنُ عَاصِمٍ , وَاخْتُلِفَ عَنْهُ فَرَوَاهُ عِمْرَانُ بْنُ جَرِيرٍ , وَغَزَوَانُ بْنُ حُجَيْرٍ السَّدُوسِيُّ عَنْهُ مَوْقُوفًا , مِنْ قَوْلِ الْحَكَمِ غَيْرِ مَرْفُوعٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Sunan Daruquthni 139: Al Husain bin Isma'il mengabarkan kepada kami, Zaid bin Akhzam mengabarkan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, dari Ashim Al Ahwal, ia berkata, Aku mendengar Abu Hajib menyampaikan dari Al Hakam bin Amr, bahwa Nabi SAW melarang berwudlu dengan air sisa wudlu wanita. Atau beliau mengatakan: (air sisa) minumnya. Syu'bah mengatakan, Sulaiman AtTamimi mengabarkan kepadaku, ia mengatakan, 'Aku mendengar Abu Hajib menyampaikan dari seorang laki-laki dari sahabat Nabi SAW, bahwa Nabi SAW melarang berwudlu dengan air sisa wudlu wanita. Abu Hajib adalah yang benama Sawadah bin Ashim, riwayatnya diselisihi. lmran bin Jarir dan Ghazwan bin Hujaib As-Sadusi meriwayatkan hadits ini darinya secara mauquf dari ucapan Al Hakam. Tidak marfu' hingga kepada Nabi SAW.
Sunan Daruquthmi Nomer 139