سنن الدارقطني ١٨٥٨: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , ثنا مِقْدَامُ بْنُ دَاوُدَ , ثنا عَلِيُّ بْنُ مَعْبَدٍ , ثنا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي يَحْيَى الْكَعْبِيُّ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤَذِّنٌ يُطْرِبُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْأَذَانَ سَهْلٌ سَمْحٌ فَإِنْ كَانَ أَذَانُكَ سَمْحًا سَهْلًا وَإِلَّا فَلَا تُؤَذِّنْ»
Sunan Daruquthni 1858: Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Miqdam bin Daud menceritakan kepada kami, Ali bin Ma'bad menceritakan kepada kami, Ishak bin Abi Yahya Al Ka'bi menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW mempunyai seorang muadzin yang berdendang, maka Rasulullah SAW bersabda kepdanya, "Sesungguhnya adzan itu mudah serta lapang, jika adzanmu mau lapang serta mudah. Jika tidak, janganlah kamu adzan"
Sunan Daruquthmi Nomer 1858