Hadits Sunan Daruquthmi

كِتَابُ زَكَاةِ الْفِطْرِ

Kitab Zakat Fithrah

بَابٌ فِي جِزْيَةِ الْمَجُوسِ وَمَا رُوِيَ فِي أَحْكَامِهِمْ
Jizyah: (Pajak) Orang Majusi dan Riwayat yang Menerangkan Tentang Hukum-hukum Mereka

سنن الدارقطني ٢١٢٢: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , ثنا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , سَمِعَ بَجَالَةَ , يَقُولُ: كُنْتُ كَاتِبًا لِجَزْءِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَمِّ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ فَأَتَانَا كِتَابُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَبْلَ مَوْتِهِ بِسَنَةٍ: اقْتُلْ كُلَّ سَاحِرٍ , وَفَرِّقُوا بَيْنَ كُلِّ ذِي مُحْرِمٍ مِنَ الْمَجُوسِ وَانْهَوْهُمْ عَنِ الزَّمْزَمَةِ. فَقَتَلْنَا ثَلَاثَ سَوَاحِرَ , وَجَعَلْنَا نُفَرِّقُ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ حَرِيمِهِ فِي كِتَابِ اللَّهِ , وَصَنَعَ طَعَامًا كَثِيرًا وَدَعَا الْمَجُوسَ وَعَرَضَ السَّيْفَ عَلَى فَخِذِهِ , فَأَلْقَوْا وَقْرَ بَغْلٍ أَوْ بَغْلَيْنِ مِنْ وَرِقٍ - يَعْنِي مِنْ فِضَّةٍ - وَأَكَلُوا بِغَيْرِ زَمْزَمَةٍ , وَلَمْ يَكُنْ عُمَرُ أَخَذَ الْجِزْيَةَ مِنَ الْمَجُوسِ حَتَّى شَهِدَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَهَا مِنْ مَجُوسِ أَهْلِ هَجَرَ»

Sunan Daruquthni 2122: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami, dari Amru bin Dinar, dia mendengar Bajalah mengatakan, "Saya pernah menjadi sekretaris Jaz' bin Muawiyah paman Al Ahnaf bin Qais, lalu sekretaris Umar bin Al Khaththab datang menemui kami setahun sebelum kematiannya, "Bunuhlah setiap tukang sihir, pisahkanlah antara kerabat di antara orang-orang Majusi dan cegahlah mereka dari bersuara pelan yang tidak dipahami." Maka kami membunuh tiga tukang sihir, kami segera memisahkan antara seseorang dengan kerabatnya berdasarkan kitabullah dan dia membuat makanan yang banyak serta mengundang orang-orang Majusi dan menampakkan pedang di atas pahanya. Lalu mereka melemparkan muatan seekor atau dua ekor bighal berupa perak —artinya terbuat dari perak—. Dan mereka makan tanpa bersuara pelan. Sementara Umar tidak mengambil pajak dari orang-orang Majusi sehingga Abdurrahman bin Auf bersaksi, "Bahwa Rasulullah SAW mengambilnya dari orang-orang Majusi penduduk Hajar.

Sunan Daruquthmi Nomer 2122