سنن الدارقطني ٢٢٠٠: وَقَالَ: وَثنا الْوَاقِدِيُّ , ثنا مُعَاذُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَنْصَارِيُّ , قَالَ: سَأَلْتُ الزُّهْرِيَّ , عَنْ هِلَالِ شَوَّالٍ إِذَا رُؤِيَ بَاكِرًا , قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ , يَقُولُ: «إِنْ رُؤِيَ هِلَالُ شَوَّالٍ بَعْدَ أَنْ طَلَعَ الْفَجْرُ إِلَى الْعَصْرِ أَوْ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَهُوَ مِنَ اللَّيْلَةِ الَّتِي تَجِيءُ». قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: وَهَذَا مُجْمَعٌ عَلَيْهِ
Sunan Daruquthni 2200: Dia berkata, Al Waqidi menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Muhammad Al Anshari menceritakan kepada kami, dia berkata: Saya bertanya kepada Az-Zuhri tentang hilal bulan Syawwal ketika terlihat di awal waktu, dia menjawab: Saya mendengar Sa'id bin Al Musayyab mengatakan, "Jika hilal Syawwal terlihat setelah terbit fajar sampai waktu Ashar atau sebelum matahari terbenam, maka hilal tersebut berasal dari malam yang mulai datang. Abu Abdullah berkata: Ini adalah perkara yang disepakati.
Sunan Daruquthmi Nomer 2200