سنن الدارقطني ٢٢٢١: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ بْنِ الْمُهْتَدِي بِاللَّهِ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ خُلَيْدٍ الْكِنْدِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ الطَّبَّاعِ , ثنا ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ هِشَامٍ , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَكَلَ الصَّائِمُ نَاسِيًا أَوْ شَرِبَ نَاسِيًا فَإِنَّمَا هُوَ رِزْقٌ سَاقَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ». إِسْنَادٌ صَحِيحٌ وَكُلُّهُمْ ثِقَاتٌ
Sunan Daruquthni 2221: Ubaidillah bin Abdush-Shamad Al Muhatadi Billah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Khalid Al Kindi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isa bin AthThabba' menceritakan kepada kami, Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami, dari Hisyam, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang yang berpuasa makan dalam keadaan lupa atau minum dalam keadaan lupa. Maka sesungguhnya itu merupakan rezeki yang Allah telah berikan minum kepadanya dan tidak ada kewajiban mengqadha atas dirinya dirinya." Sanadnya shahih, semuanya terpercaya.
Sunan Daruquthmi Nomer 2221