سنن الدارقطني ٢٢٦١: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , ثنا مُؤَمَّلٌ , ثنا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «لَمْ يُرَخَّصْ فِي صَوْمِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ إِلَّا لِمُتَمَتِّعٍ لَمْ يَجِدِ الْهَدْيَ». إِسْنَادٌ صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 2261: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Muammil menceritakan kepada kami. Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Isa, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, "Tidak ada keringanan dalam puasa pada hari-hari Tasyrik kecuali bagi orang yang menunaikan haji tamattu' yang tidak mendapatkan hewan kurban." Sanadnya shahih.
Sunan Daruquthmi Nomer 2261